ABNnews – Niat hati mengantar sanak saudara yang menggelar hajatan pengantin, sebuah rombongan warga asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, justru mengalami nasib tragis.
Mobil pikap (bak terbuka) yang mereka tumpangi dihantam dengan sangat keras oleh sebuah truk tronton dari arah belakang di Jalur Pantura Kiajaran, Kecamatan Lohbener. Akibat kecelakaan maut ini, total 11 penumpang pikap dilaporkan tewas.
Suasana duka mendalam pun langsung menyelimuti Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu pada Minggu (12/7/2026) malam. Isak tangis pihak keluarga pecah tak terbendung saat iring-iringan mobil ambulans yang membawa jenazah para korban mulai tiba satu per satu di kampung halaman.
Hingga Minggu petang, tercatat sudah ada tujuh jenazah yang berhasil dipulangkan ke rumah duka. Pilunya, ketujuh korban meninggal dunia ini merupakan warga yang tinggal saling bertetangga dalam satu lingkungan desa.
Pantauan di lokasi, sejumlah ambulans tampak hilir mudik memasuki kawasan desa dengan sirine yang meraung memecah keheningan malam. Begitu pintu ambulans dibuka dan keranda jenazah ditandu menuju ke dalam rumah, sejumlah anggota keluarga tak kuasa menahan kesedihan hingga berteriak histeris.
Beberapa kerabat bahkan harus ditenangkan dan dipapah oleh warga sekitar lantaran mengalami syok berat melihat orang tercinta pulang dalam kondisi sudah tak bernyawa. P
ihak keluarga sama sekali tidak menyangka jika perjalanan pulang setelah menghadiri acara hajatan keluarga di Kecamatan Kandanghaur justru berakhir menjadi petaka mengerikan.
“Kami tidak menyangka sama sekali. Mereka pamitnya pergi untuk mengantar hajatan (pengantin). Tapi kepulangannya justru berakhir tragis seperti ini,” ujar Kardi, salah seorang suami korban dengan suara bergetar menahan tangis.
Tragedi berdarah ini bermula saat para korban tengah dalam perjalanan pulang menggunakan mobil pikap. Namun apes, saat melintas di ruas Jalur Pantura Kiajaran, kendaraan bak terbuka tersebut mendadak ditabrak oleh truk tronton yang melaju searah dari belakang.
Kencangnya benturan malam itu tidak hanya membuat mobil pikap ringsek tak berbentuk, melainkan juga membuat belasan penumpang yang berada di bak belakang terlempar ke aspal jalanan hingga mengakibatkan luka fatal.
Dari 11 korban jiwa, sebagian besar tewas seketika di lokasi kejadian dan sebagian lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan darurat di rumah sakit.
Sementara itu, petugas Satlantas Polres Indramayu dilaporkan masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan dan melakukan olah TKP. Polisi belum memberikan keterangan pers resmi lebih lanjut terkait detail utama penyebab kecelakaan fatal yang menimpa rombongan pengantin tersebut.












