banner 728x250

Bukan Mahasiswa, 2 Pria Pembawa Bom Molotov Penyusup Demo Ditangkap di Benhil

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.(KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA )

ABNnews – Aparat kepolisian berhasil menggagalkan potensi aksi anarkis di tengah jalannya unjuk rasa di ibu kota.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dua orang pria pembawa bom molotov yang diduga kuat sebagai penyusup dalam demo mahasiswa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), dipastikan bukan bagian dari kelompok mahasiswa. Keduanya berhasil diringkus petugas di kawasan Bendungan Hilir (Benhil).

Aksi penangkapan tersebut berlangsung dramatis di kawasan Benhil sekitar pukul 15.30 WIB. Beruntung, gerak-gerik mencurigakan kedua pria tersebut berhasil diendus oleh petugas yang sedang bersiaga di lapangan.

“Dua orang yang diamankan sore tadi adalah kelompok di luar elemen mahasiswa yang membawa beberapa botol molotov,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Pospol Thamrin, Jumat malam.

Kasus dugaan penyelundupan barang berbahaya ini sekarang sudah diserahkan dan tengah didalami secara intensif oleh Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Metro Jaya untuk mengungkap jaringan di belakangnya.

Budi membeberkan, pihak kepolisian sebenarnya telah memantau sekaligus mengidentifikasi adanya pergerakan kelompok penyusup liar sejak awal.

Kelompok ini ditengarai sengaja memanfaatkan momen unjuk rasa dan mencoba mendompleng aksi damai yang digelar oleh elemen mahasiswa demi memicu kerusuhan di Jakarta.

Sebagai langkah antisipasi dini agar situasi tidak kecolongan, petugas disebar ke sejumlah titik strategis. Mereka bertugas menyaring massa yang datang serta menindak tegas siapa pun yang kedapatan membawa barang berbahaya.

“Aspirasi adik-adik mahasiswa ini harus tersampaikan dengan baik, aman, dan damai. Namun, bagi kelompok tertentu yang mengganggu ketertiban umum dan membawa barang berbahaya, kami akan lakukan tindakan tegas,” seru Budi dengan nada memberikan warning keras.

Di sisi lain, jalannya pengamanan aksi unjuk rasa kali ini terbilang sangat ketat. Polda Metro Jaya tidak mau mengambil risiko dengan menurunkan kekuatan penuh guna memastikan stabilitas keamanan di area ring satu dan sekitarnya tetap kondusif.

Setidaknya, sebanyak 6.088 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan langsung ke lapangan.

Jika dibedah, kekuatan ribuan pasukan bertameng tersebut terdiri atas 3.802 personel jajaran Polda Metro Jaya, 582 personel jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, disokong kekuatan inti 1.000 personel Korbrimob Polri, serta bantuan penebalan dari 500 personel TNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *