banner 728x250

Kena Prank! Pemilik Toko di Mojokerto Lepaskan Maling Rokok, Ternyata Uang Laci Amblas

Toko kelontong tempat maling mencuri lalu mengirimkan surat permintaan maaf di Mojokerto (Enggran Eko Budianto/detikJatim)

ABNnews – Alfin Setyo Tunggal (37), seorang pemilik toko kelontong di Mojokerto, harus menelan pil pahit setelah menjadi korban prank oleh seorang pencuri.

Alfin yang mulanya berbesar hati melepaskan pelaku karena kasihan kedapatan mencuri rokok, baru menyadari bahwa uang tunai di dalam laci tokonya ternyata ikut amblas digondol pelaku.

Aksi pencurian di siang bolong ini terjadi pada Minggu (7/6). Kisah bermula saat Alfin menaruh curiga melihat seorang pria tak dikenal keluar masuk ke dalam toko kelontong miliknya di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Pungging, Mojokerto.

Saat itu, Alfin sedang sibuk merawat ikan yang berada sekitar 25 meter di depan tokonya. Pria misterius itu tampak mengenakan hoodie hitam, celana jins, lengkap dengan topi serta masker hitam.

Khawatir pria tersebut merupakan pembeli yang berniat berbelanja, Alfin bergegas lari ke dalam rumah untuk memberi tahu sang istri. Namun anehnya, pria itu sama sekali tidak memanggil pemilik toko layaknya pembeli pada umumnya.

Merasa ada yang janggal, Alfin lantas bergerak cepat menyergap dan menggeledah saku jaket serta celana pelaku. Benar saja, ia menemukan 6 bungkus rokok yang dicuri pelaku dari etalase tokonya.

“Saya ambil 2, yang 4 bungkus dikeluarkan sendiri oleh pelaku,” kata Alfin dikutip detikJatim, Jumat (12/6/2026).

Menurut Alfin, saat disergap, si pencuri sempat memberontak dan mencoba melawan. Alfin pun terpaksa mengambil sebilah parang dari dalam toko demi menakut-nakuti pelaku.

“Karena takutnya si pencuri itu bawa senjata tajam juga,” ungkap bapak dua anak ini.

Aksi penangkapan maling ini sempat direkam melalui video ponsel oleh istri Alfin. Dalam rekaman video tersebut, pelaku yang panik berulang kali meminta maaf kepada korban bahkan sempat merengek mengiba.

“Mboten pak saestu mboten, rokok mawon pak. KTP kulo krembung pak, pon sepurane sing katah pak (Tidak pak sungguh tidak, rokok saja pak. KTP saya Krembung, Sidoarjo, sudah mohon maaf yang sebesar-besarnya pak),” ratap pelaku dalam rekaman video tersebut.

Tak hanya mengiba, pelaku bahkan sempat berniat membayar 6 bungkus rokok yang hampir ia bawa kabur itu. Mengira pelaku jujur dan hanya khilaf, Alfin yang berhati besar akhirnya luluh.

Ia memilih memaafkan, mengembalikan KTP pelaku, dan membiarkannya pergi begitu saja setelah rokoknya diamankan.

“Saya kasihan, barang kali dia hanya khilaf, saya maafkan,” terangnya.

Namun, situasi mendadak berbalik 180 derajat sesaat setelah si maling melenggang pergi. Rasa iba Alfin seketika berubah menjadi jengkel setelah sang istri mengecek laci kasir toko kelontong mereka. Ternyata, mereka telah dibohongi mentah-mentah; uang tunai di dalam laci sudah raib digondol pelaku saat situasi lengah.

Sadar dirinya kena prank, Alfin langsung tancap gas mengejar pelaku. Ia bahkan memburu pelaku hingga ke wilayah Krembung, Sidoarjo, bermodalkan ingatan sekilas dari alamat yang tertera di KTP pelaku sebelum dikembalikan.

“Ternyata selesai saya maafkan, pencuri itu sudah pergi, istri saya cek laci toko, ternyata uangnya juga hilang. Saya kejar pelaku, saya cari tidak ketemu,” jelasnya gusar.

Menjelang sore, Alfin terpaksa menghentikan pencariannya karena harus masuk sif kerja sebagai buruh pabrik pakan ternak di Pungging. Usai jam istirahat sekitar pukul 18.00 WIB, ia langsung mendatangi Polsek Pungging untuk melaporkan kasus tersebut.

Belakangan, setelah melancarkan aksi tipu-tipunya, pelaku diketahui sempat kembali secara sembunyi-sembunyi untuk menyelipkan sepucuk surat permohonan maaf di bawah pintu toko kelontong milik korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *