banner 728x250

Sengkarut Penikaman 4 Brimob di Labuan Bajo: Berawal dari Tendangan Misterius Dini Hari

Polisi olah TKP penikaman empat anggota Brimob di Labuan Bajo oleh diduga anggota TNI setelah acara misa syukur dan pelantikan personel Brimob. (Foto: ist)

ABNnews – Insiden berdarah mengguncang kawasan wisata premium Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Empat anggota Brimob dilaporkan menjadi korban penikaman brutal setelah berawal dari aksi tendangan misterius secara mendadak pada dini hari oleh sekelompok orang tak dikenal di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kamis (11/6/2026).

Keempat anggota Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT tersebut mengalami luka tusukan serius akibat hantaman senjata tajam.

Pasca-kejadian, para korban langsung dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Guna mengusut tuntas kasus ini, tim gabungan yang terdiri dari Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) langsung diterjunkan ke lokasi.

Tim ini dibentuk untuk mengungkap kronologi lengkap, motif, serta menyeret pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa berdarah tersebut.

Dugaan kuat mengenai adanya keterlibatan oknum anggota TNI dalam insiden ini juga tengah didalami secara intensif.

Hingga Kamis sore, otoritas TNI setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai identitas maupun status dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka ini bermula setelah sejumlah anggota Brimob menghadiri acara ramah tamah berupa misa syukur dan pelantikan rekan mereka pada Rabu (10/6) malam.

Acara kekeluargaan tersebut awalnya berlangsung hangat dan aman hingga memasuki waktu dini hari.

Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, membeberkan bahwa sekitar pukul 01.00 Wita, empat anggota Brimob bersiap untuk pulang dari lokasi acara. Namun di tengah jalan, langkah mereka terhenti saat berpapasan dengan tiga orang pria.

Secara mengejutkan, salah satu dari tiga pria tersebut tiba-tiba melayangkan tendangan ke arah Bripda Rivaldo tanpa alasan yang jelas.

Melihat rekannya diserang secara mendadak, tiga anggota Brimob lainnya langsung pasang badan dan mencoba melerai agar situasi tidak semakin meruncing.

“Melihat rekannya diserang, anggota lainnya berusaha melerai. Namun situasi justru berkembang menjadi keributan hingga salah satu terduga pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penikaman terhadap empat anggota Brimob,” ungkap Antonio dikutip dari iNews Flores, Kamis (11/6/2026).

Akibat serangan membabi buta menggunakan senjata tajam itu, keempat personel Brimob tersebut tumbang dengan luka robek di tubuh mereka. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RS Siloam Labuan Bajo.

Kondisi luka yang cukup parah membuat keempat korban harus segera naik ke meja operasi akibat luka tusukan yang dialami. Hingga kini, mereka masih harus menjalani perawatan intensif di ruang khusus RS Siloam Labuan Bajo.

Pantauan di lokasi, atmosfer di sekitar rumah sakit tampak dijaga ketat pasca-insiden. Bahkan, satu unit kendaraan taktis (rantis) milik Brimob disiagakan di area depan rumah sakit sebagai langkah antisipasi dini.

Terkait isu yang beredar luas mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI yang bertugas di Kodim 1630/Manggarai Barat, tim gabungan menegaskan semua masih dalam tahap penyelidikan.

Tim Propam Polda NTT dan POM AD terus memeriksa sejumlah saksi secara maraton untuk merangkai rangkaian peristiwa secara utuh sekaligus mendalami siapa saja pihak yang terlibat dalam keributan yang berujung penikaman tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *