ABNnews — Kebakaran hebat melanda gudang paket di kawasan Pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (11/05) sekitar pukul 19.40 WIB. Sebanyak empat gudang ludes dilalap Si Jago Merah.
Kasie Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut akibat korsleting listrik mesin di gudang penyimpanan freon.
“Menurut kesaksian saksi atas nama Tora Hakim dari PT Dua Zeng, ketika sedang lembur pada pukul 20.00 WIB, terdengar suara ledakan dari gudang freon. Suara ledakan tersebut terdengar hingga lima kali,” katanya.
Rentetan ledakan tersebut mengejutkan para pekerja yang tengah lembur. Mereka kemudian berusaha mencari sumber suara dan mendapati asap berasal dari sisi samping gudang freon.
“Selanjutnya, saksi melihat ada asap dari gudang freon. Lokasinya terpantau dari samping gudang freon, tepatnya di dekat WC,” jelas Syaiful.
Tak berselang lama, kata Syaiful, situasi berubah menjadi mencekam karana kepulan asap tebal muncul dari area gudang. Kemudian, kobaran api dengan cepat membesar hingga merambat ke area sekitarnya.
“Ketika saksi keluar dari gudang, ia melihat api sudah membesar. Api pun semakin membesar dan saksi (serta pekerja lain) langsung melapor ke pos pemadam terdekat,” ucapnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, lanjut Syaiful seperti dilansir dari kompas.com, kebakaran diduga dipicu korsleting pada mesin produksi di gudang freon tersebut.
Api yang bermula dari gudang freon itu kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya, termasuk gudang penyimpanan paket ekspedisi. “Perkiraan luas area yang terbakar mencapai kurang lebih 1.000 meter persegi,” ungkapnya.
Untuk memadamkan kebakaran ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan total 25 unit mobil pemadam kebakaran dan 125 personel gabungan dari Sektor Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Setelah berjibaku mengendalikan api yang disertai lontaran material dan kepulan asap beracun, petugas baru berhasil dikendalikan pada Selasa (12/05) pukul 03.00 dini hari, untuk kemudian masuk ke tahap pendinginan pada pukul 04.00 WIB.
Hingga Selasa siang pukul 12.30 WIB, proses pendinginan dan penguraian material yang menumpuk setinggi sekitar dua meter di dalam gudang masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api.
Nadzar Lendi













