banner 728x250

Kutuk Intimidasi ke Beckham Putra di GBK, PSSI Siap Buru Pelaku Lewat CCTV!

Ilustrasi. Selebrasi pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra Nugraha, usai mencetak gol ke gawang Saint Kitts-Nevis dalam pertandingan FIFA Series.(KOMPAS.com)

ABNnews – PSSI mengutuk keras aksi intimidasi dan pelecehan verbal yang dilakukan oleh sekelompok oknum suporter terhadap penggawa Garuda, Beckham Putra.

Sebagai langkah konkret, federasi menegaskan bakal memburu wajah para pelaku melalui rekaman CCTV di area stadion demi memberikan sanksi yang tegas.

Insiden memilukan itu menimpa Beckham sesaat setelah laga Timnas Indonesia kontra Mozambik rampung digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Gelandang asal Persib Bandung tersebut menjadi sasaran cacian masif dari tribun penonton, hingga membuatnya tidak bisa menahan emosional karena kalimat makian yang dilontarkan dinilai sudah sangat berlebihan.

Situasi sempat memanas di area tepi lapangan. Beckham bahkan harus dilerai oleh rekan setimnya, Kevin Diks, saat berusaha melakukan konfrontasi langsung dengan oknum suporter tersebut.

PSSI mengaku sangat kecewa lantaran masalah rivalitas antar-klub domestik masih saja dibawa-bawa ke dalam agenda sakral Timnas Indonesia.

“PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis,” cetus Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

“Ini tentu menjadi hal yang tidak kami harapkan. Apalagi Beckham masih berusia muda dan merupakan aset penting bagi Timnas Indonesia. Karena itu, kami sangat menyayangkan kejadian tersebut,” sambungnya lagi.

Demi mencegah aksi serupa terjadi kembali di masa mendatang, PSSI berjanji tidak akan tinggal diam dan siap menempuh tindakan serius. Langkah awal yang akan digenjot oleh pihak federasi adalah menyisir seluruh sudut kamera guna mengidentifikasi identitas asli para pelaku makian tersebut.

Hukuman berlapis pun sudah menanti. Selain larangan datang ke stadion, PSSI juga menyiapkan sanksi sosial yang dipastikan bakal memberikan efek jera luar biasa.

“Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain,” tutur Yunus Nusi.

Yunus menegaskan, suporter yang tidak bisa menjaga etika dasar sudah selayaknya didepak dari ekosistem laga tim nasional. Jika terbukti bersalah, daftar hitam penonton sudah siap diterbitkan.

“Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding,” tegas Yunus.

“Bila diperlukan, foto dan identitas wajah yang bersangkutan akan kami rilis atau dipasang di sekitar stadion tempat Timnas Indonesia bertanding,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *