ABNnews – Aksi heroik bercampur duka mendalam terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Seorang suami bernama Benyamin Lanto (52) nekat berduel dan menebas kepala seekor ular piton raksasa sepanjang 7,8 meter yang tepergok sedang menerkam istrinya, Elisabet Yamalau (44), di dalam kebun.
Tragedi mengerikan ini terjadi di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat pada Selasa (9/6).
Kisah pilu ini bermula saat korban meminta izin kepada Benyamin untuk pergi memindahkan sapi peliharaan mereka yang digembalakan di kebun sekitar pukul 15.30 WIT. Namun, sore berganti malam, sang istri tak kunjung kembali ke rumah.
“Hingga pukul 18.15 WIT, korban belum kembali ke rumah. Suami korban yang merasa khawatir kemudian menyusul korban ke kebun guna memastikan keadaan korban,” ujar Kapolres Pulau Taliabu AKBP Adnan Wahyu Kashogi dikutip detikcom, Jumat (12/6/2026).
Bak disambar petir di malam hari, setibanya di kebun, Benyamin mendapati pemandangan yang sangat mengerikan di balik semak belukar.
Ia melihat langsung sang istri sedang didekap erat dan diterkam oleh ular piton berukuran monster. Saat ditemukan, sebagian besar tubuh Elisabet bahkan sudah berada di dalam mulut reptil raksasa tersebut.
Tanpa memedulikan keselamatan dirinya, Benyamin langsung melancarkan aksi nekat demi menyelamatkan nyawa belahan jiwanya.
Menggunakan alat tajam seadanya yang tersedia di lokasi, ia langsung mengayunkan tebasan maut ke arah kepala ular tersebut berulang kali.
“Melihat kejadian itu, suaminya berupaya menyelamatkan korban dengan cara memotong kepala ular menggunakan alat yang tersedia,” beber Adnan memetakan detik-detik mencekam tersebut.
Berkat keberaniannya, Benyamin akhirnya berhasil memaksa ular itu melepaskan lilitannya dan mengeluarkan kembali tubuh istrinya dari cengkeraman rahang sang predator. Sayang, perlawanan habis-habisan sang suami berakhir dengan kenyataan pahit.
“Namun, setelah berhasil dievakuasi, korban diketahui telah meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Adnan.
Sadar sang istri sudah tidak bernyawa, Benyamin bergegas meminta bantuan warga setempat untuk mengevakuasi jasad korban keluar dari area hutan. Warga yang geger dengan kabar serangan predator itu langsung turun tangan beramai-ramai ke lokasi kejadian.
“Setelah bantuan tiba, jenazah korban kemudian diangkat dan dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan,” imbuh Kapolres.
Berdasarkan foto yang diterima detikcom, ular piton raksasa tersebut tampak tergeletak tak bernyawa di antara semak-semak dalam kondisi mati mengenaskan.
Terdapat luka bekas tebasan senjata tajam yang cukup dalam di beberapa bagian tubuh hewan melata tersebut. Kondisinya pun tampak tak utuh dengan bagian kepala yang sudah benar-benar terpisah dari badannya, menyisakan percikan darah di sekitar lokasi.
Pasca-kejadian maut ini, AKBP Adnan mengimbau keras kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di dalam hutan atau kebun, terlebih saat cuaca sedang buruk.
“Kami meminta warga melapor jika melihat hewan liar berbahaya dan mengimbau agar lebih waspada saat beraktivitas di hutan, terutama saat hujan,” pungkasnya.













