ABNnews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memastikan situasi influenza nasional masih terkendali meski telah terdeteksi adanya varian influenza A(H3N2) subclade K, yang dijuluki ‘superflu’.
Hingga akhir Desember 2025, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa varian ini tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan flu musiman lainnya. Penilaian ini berdasarkan evaluasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan data epidemiologi yang tersedia.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima, dikutip Kamis (1/12/2025).
62 Kasus Tersebar di 8 Provinsi
Subclade K sendiri mulai diidentifikasi secara global oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara. Di Indonesia, hasil surveilans menunjukkan varian influenza A(H3) menjadi yang paling banyak ditemukan.
Kemenkes mencatat tren kasus influenza nasional justru menurun dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) hingga 25 Desember 2025 Subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.
Provinsi yang paling banyak menyumbang kasus meliputi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus tercatat pada kelompok perempuan dan anak-anak.
Imbauan Pencegahan: Vaksin dan PHBS
Kemenkes menjamin seluruh varian yang terdeteksi masih merupakan varian yang dikenal dan bersirkulasi global. Kemenkes berkomitmen memperkuat surveilans dan kesiapsiagaan.
Untuk mencegah penularan dan sakit berat, masyarakat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan (lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta). Vaksin dinilai tetap efektif mencegah rawat inap hingga kematian serta menggunakan masker dan tetap di rumah saat mengalami gejala flu.













