ABNnews – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, menumpahkan curhat harunya setelah Les Bleus resmi disingkirkan Spanyol di babak semifinal Piala Dunia 2026.
Alih-alih meratapi kegagalan atau mencari kambing hitam, penyerang berusia 27 tahun itu menegaskan dirinya siap pasang badan dan menerima seluruh kritik tajam yang dialamatkan kepadanya.
Prancis harus mengubur mimpi mereka ke partai final setelah takluk 0-2 dari keganasan La Roja di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Sebagai pemimpin skuad, Mbappe menegaskan bahwa menerima cemoohan pasca-kekalahan adalah risiko pekerjaan yang harus dia telan bulat-bulat.
“Pada akhirnya, ketika menang Anda menerima semua pujian, dan ketika kalah Anda harus menerima semua hal buruk yang datang,” ungkap Mbappe kepada Fox Sports seusai pertandingan, dikutip dari Fotmob.
Ia tidak ingin melarikan diri dari kenyataan pahit tersebut dan siap memikul seluruh beban kekalahan Les Bleus di pundaknya sendiri.
“Ini bagian dari sepak bola, bagian dari hidup saya, dan sebagai kapten saya harus mengambil seluruh tanggung jawab itu. Saya tidak punya masalah dengan hal tersebut,” tuturnya dengan tegar.
Tersingkirnya Prancis di semifinal tentu menjadi pukulan telak bagi Mbappe. Sebab, ia sebenarnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan performa yang sangat impresif.
Di setiap laga yang dimainkan Prancis pada turnamen ini, Mbappe selalu berkontribusi nyata, baik lewat lesatan gol maupun torehan assist.
Sebelum genderang turnamen ditabuh, eks bintang PSG ini bahkan sempat melontarkan bahwa dirinya sedang mengemban sebuah misi pembuktian diri. Hal itu menyusul musim perdananya yang berakhir mengecewakan bersama klub raksasa Spanyol, Real Madrid.
Meski sukses membawa pulang predikat sebagai top skor LaLiga, ketajaman insting gol Mbappe dianggap gagal mempersembahkan trofi mayor untuk Real Madrid musim lalu.
Kondisi ini memicu gelombang kritik masif dari sebagian suporter, yang menilai kehadiran Mbappe justru merusak ritme dan harmonisasi bermain Vinicius Junior di lini depan.
Bahkan, situasi sempat memanas sebelum musim panas ketika muncul sebuah petisi daring yang menuntut Real Madrid segera menjual Mbappe, yang anehnya sempat mengumpulkan hingga lebih dari 70 juta tanda tangan.
Namun, performa gilanya bersama Prancis sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 sempat meredam kritik tersebut hingga berbalik arah.
Publik bahkan sempat membuat situs khusus untuk mengumpulkan surat permintaan maaf bagi sang megabintang. Sayang, akhir cerita indah itu harus pupus semalam di Dallas.












