banner 728x250

Pergeseran Pola Penyakit, Data Menyebut 663 Ribu Anak Indonesia Terindikasi Hipertensi

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

ABNnews — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia merilis data terbaru yang mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan generasi muda. Sebanyak 663 ribu anak di Indonesia terdeteksi mengalami lonjakan tekanan darah atau indikasi hipertensi dini.

Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua dan pendidik, mengingat tekanan darah tinggi yang biasanya identik dengan penyakit usia tua, kini mulai menyerang usia anak-anak dan remaja.

Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko memicu komplikasi serius seperti kerusakan ginjal hingga stroke di usia produktif.

Berdasarkan hasil skrining kesehatan nasional yang dilakukan hingga pertengahan tahun 2026, lonjakan tekanan darah ini ditemukan pada kelompok usia sekolah (6-18 tahun).

Data ini menunjukkan adanya pergeseran pola Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kini mulai menyasar kelompok usia yang lebih muda.

Merespons data ini, Kemenkes seperti dikutip dari mediaindonesia, menginstruksikan penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk melakukan skrining tekanan darah secara berkala.

Selain itu, orang tua diminta untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dengan rumus akronim CERDIK. Yakni, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik. Diet seimbang (batasi garam dan gula), Istirahat cukup dan Kelola stres.

Pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan label gizi yang lebih ketat pada produk pangan olahan untuk membantu masyarakat memilih asupan yang lebih sehat bagi anak-anak demi mencegah ancaman hipertensi sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *