Sukses Genjot Transisi Energi dan Ekonomi Petani, Direktur PLN EPI Sabet Inagritech Award 2026

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir meraih penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program pada ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian The 12th Inagritech 2026 – Indonesia International Agriculture Technology Expo yang diselenggarakan di Main Stage Hall JIEXPO Kemayoran pada Kamis (30/7).

ABNnews – Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir menyabet penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program pada ajang FSII Innovation Award 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian The 12th Inagritech 2026.

Penghargaan ini diraih berkat kepemimpinannya yang sukses mengakselerasi program biomassa guna mendukung transisi energi bersih sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat petani.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Chairman FSII sekaligus CEO PT Tender Indonesia, Tito Loho, dalam Forum Diskusi Nasional bertema “Peningkatan Produksi Melalui Inovasi Pertanian Modern Menuju Indonesia Swasembada Pangan & Bioenergi” di Main Stage Hall JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/7).

Dalam ajang tersebut, Hokkop Situngkir menjadi salah satu tokoh nasional penerima penghargaan kategori Agricultural Productivity for Food & Bioenergy.

Apresiasi ini diberikan atas konsistensinya mendorong penyerapan biomassa dari limbah pertanian untuk program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang terbukti menciptakan nilai tambah ekonomi serta menekan emisi karbon.

Guna menjaga keberlanjutan pasokan, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa nasional dari hulu ke hilir. Langkah ini dilakukan dengan merangkul petani, kelompok tani, badan usaha, hingga pemerintah daerah.

Pendekatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan bahan bakar hijau bagi PLTU, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi hasil samping pertanian yang selama ini belum tergarap optimal. Alhasil, pendapatan petani meningkat seiring terbentuknya rantai ekonomi sirkular di sektor pertanian.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengutarakan bahwa penghargaan yang diterima Direktur Biomassa PLN EPI merupakan wujud nyata apresiasi atas integrasi antara sektor bioenergi dan pemberdayaan petani.

“Sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Mamit, Kamis (6/8/2026).

Mamit menekankan bahwa kunci sukses pengembangan biomassa terletak pada kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat untuk mewujudkan swasembada pangan serta bioenergi nasional.

Pencapaian ini pun menjadi pendorong semangat bagi PLN EPI untuk terus memperluas jangkauan ekosistem biomassa di berbagai wilayah Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN EPI untuk terus memperluas pengembangan ekosistem biomassa nasional. Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Mamit.

Lewat pemanfaatan limbah pertanian sebagai substitusi batu bara pada program cofiring PLTU, PLN EPI membuktikan komitmennya menghubungkan sektor pertanian dan energi.

Inisiatif ini tak sekadar menjadi instrumen penunjang target Net Zero Emissions (NZE), tetapi juga menjadi penggerak produktivitas pertanian dan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *