ABNnews – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan proyek raksasa peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk rampung total pada tahun 2029.
Korporasi pelat merah ini siap menyulap infrastruktur di dermaga penghubung Jawa-Bali tersebut agar mampu menahan beban kendaraan seberat 50 ton.
Langkah ini diambil menyusul instruksi ketat dari pemerintah pusat untuk mengurai benang kusut kemacetan akut di koridor penyeberangan tersebut.
Keputusan strategis ini digodok dalam pertemuan lintas sektor antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan jangka panjang ini demi mendongkrak keandalan logistik nasional.
“Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, ASDP menyiapkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk melalui pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge (jembatan bergerak) Dermaga 1, 2, dan 3 berkapasitas 50 ton yang ditargetkan rampung pada 2029,” terang Heru dalam keterangan resminya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti tren pergerakan kendaraan Jawa-Bali yang terus melonjak tajam. Menurutnya, penanganan di lintasan ini sudah tidak bisa lagi menggunakan formula penanganan musiman.
“Kepadatan kini tidak hanya terjadi saat musim libur, tetapi juga pada hari-hari biasa. Karena itu, kapasitas layanan harus segera ditingkatkan,” tegas Dudy.
Demi memotong waktu tunggu penumpang secara instan, Menhub menginstruksikan ASDP melakukan langkah taktis jangka pendek:
* Upgrade Armada: Mempercepat pengoperasian kapal-kapal berukuran jumbo agar kapasitas angkut kendaraan sekali jalan jauh lebih besar.
* Jalur Alternatif: Mengoptimalkan pelabuhan penyangga seperti Pelabuhan Jangkar dan Tanjungwangi di Jatim.
* Peralihan Arus: Menyiapkan Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara untuk memecah penumpukan kendaraan saat periode puncak (peak season).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pembicaraan ini menghasilkan solusi yang sangat produktif bagi mobilitas masyarakat.
“Pertemuan ini membahas banyak agenda strategis dan menjadi langkah bersama untuk menghadirkan solusi yang lebih komprehensif,” kata Khofifah.
Menindaklanjuti hal itu, Dirut ASDP memastikan koordinasi intensif telah berjalan bersama Kemenhub, KSOP, Kepolisian, Gapasdap, hingga asosiasi logistik. Di lapangan, ASDP tengah mengebut rekayasa operasional harian.
“Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha akibat kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada penanganan operasional harian, tetapi juga mempercepat penyelesaian akar persoalan,” tutur Heru.
Untuk mencegah antrean meluber dan mengunci jalan nasional, ASDP kini memaksimalkan pembukaan kantong parkir baru khusus kendaraan logistik.
Selain itu, pengguna jasa diimbau keras untuk melakukan pembelian tiket lebih awal secara daring melalui aplikasi Ferizy guna memetakan dan mendistribusikan jam kedatangan kendaraan secara presisi di pelabuhan.












