ABNnews – Dua raksasa aviasi tanah air, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) dan PT Aero Nusantara Indonesia (PT ANI), resmi mengambil langkah berani di dunia Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
Kedua perusahaan sepakat bersinergi untuk memperkuat taji dan kapasitas ekosistem perbaikan pesawat udara di tingkat nasional maupun regional.
Kerja sama strategis ini dikunci lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada hari kedua pameran dirgantara IISAR 2026, Jumat (10/7/2026).
Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal bersama Direktur Utama PT ANI Otto Sigit Budianto.
Melalui kolaborasi berani ini, BUMN kedirgantaraan dan pelaku industri swasta tersebut berkomitmen penuh menggenjot daya saing industri layanan perawatan pesawat domestik demi kemandirian penerbangan nasional.
Perjanjian ini menjadi landasan pacu bagi PTDI dan PT ANI untuk saling berbagi kapabilitas teknis demi mengejar pasar MRO yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Beberapa poin fasilitas pendukung yang akan dioptimalisasikan bersama meliputi:
* Fasilitas Hanggar: Pemanfaatan hanggar yang dimiliki atau dikuasai secara sah oleh salah satu pihak sesuai kebutuhan operasional.
* Sumber Daya Manusia: Kolaborasi mekanik dan teknisi ahli yang tersertifikasi internasional.
* Peralatan Kerja: Penggunaan bersama peralatan kerja, tools, hingga hanggar equipment.
* Logistik: Integrasi fasilitas logistik penunjang komponen pesawat.
“Kerja sama dengan PT Aero Nusantara Indonesia menjadi fondasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, kompetensi SDM, serta kapabilitas teknis yang dimiliki kedua perusahaan. Kami berharap sinergi ini membuka peluang yang lebih besar untuk bersaing di pasar regional,” ujar Moh. Arif Faisal.
Selama ini, PTDI melalui unit Aircraft Services (ACS) telah memegang peran krusial dalam penyediaan jasa MRO. Didukung fasilitas berstandar internasional, kapabilitas ACS mencakup perawatan, modifikasi, hingga peningkatan kemampuan pesawat dan helikopter untuk kebutuhan militer maupun sipil.
Masuknya PT ANI ke dalam ekosistem ini diharapkan mampu melipatgandakan efisiensi biaya serta kapasitas layanan yang selama ini dikelola oleh PTDI.
Penguatan ekosistem penerbangan dalam negeri ini dinilai sangat bergantung pada kolaborasi antarpelaku industri nasional agar tidak kalah bersaing dengan bengkel pesawat luar negeri.
Direktur Utama PT ANI, Otto Sigit Budianto, menyambut positif langkah berani ini. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk membuktikan kualitas sertifikasi kelaikudaraan yang dimiliki korporasinya.
“Melalui kerja sama ini, PT ANI mendukung penguatan kapasitas dan daya saing layanan MRO Indonesia sesuai dengan kapabilitas, sertifikasi, dan approval yang kami miliki, dengan senantiasa mengedepankan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan,” tegas Otto.
Ke depan, kedua perusahaan aviasi ini akan langsung menindaklanjuti kesepakatan formal tersebut ke dalam program inisiatif kerja sama yang lebih spesifik agar tercipta ekosistem MRO yang semakin terintegrasi.












