Intip Jurus Kemenhub Dongkrak Turis Lewat Integrasi Layanan Udara ASEAN-China

Foto dok Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

ABNnews – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) punya jurus jitu untuk mendongkrak arus turis mancanegara ke tanah air.

Melalui rangkaian pertemuan ke-17 ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) di Yogyakarta pada 7–8 Juli 2026, Kemenhub tancap gas mendorong integrasi layanan udara yang lebih terbuka dan terkoneksi.

Langkah taktis ini diambil bukan hanya untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan volume perdagangan, melainkan demi memuluskan pergerakan wisatawan asing di kawasan regional. Pertemuan internasional di Yogyakarta ini dihadiri langsung oleh 61 delegasi dari negara-negara anggota ASEAN dan China.

Tak ketinggalan, ada 127 perwakilan dari industri aviasi top mulai dari maskapai penerbangan, pengelola bandara, manufaktur pesawat, perusahaan perawatan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO), hingga berbagai asosiasi penerbangan regional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan komitmen aktif Indonesia dalam memperkuat jaringan transportasi udara ini. Pemilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah juga menjadi strategi jitu untuk memamerkan potensi destinasi wisata unggulan RI.

“Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum pembahasan teknis penerbangan, tetapi juga wadah strategis untuk mempererat kerja sama antarnegara dalam menciptakan konektivitas udara yang lebih terbuka, aman, dan berdaya saing,” ujar Lukman, Jumat (10/7/2026).

Apalagi, acara digelar di tengah masa liburan yang ramai oleh pelancong domestik maupun internasional. Kondisi ini otomatis menjadi ajang pameran hidup (live promotion) pariwisata Indonesia di mata delegasi asing ASEAN dan China.

Untuk memuluskan target lonjakan turis dan logistik tersebut, agenda ini menggelar ASEAN-China Airlines Forum yang dipimpin oleh Transformation Director PT Garuda Indonesia selaku Chairman serta President Director My Indo Airlines selaku Co-Chairman.

Sejumlah poin penting dan rekomendasi strategis yang dihasilkan meliputi:

* Kemudahan Akses: Mengusulkan penyederhanaan proses visa dan imigrasi bagi pelancong.

* Kelancaran Jadwal: Peningkatan fleksibilitas kuota terbang (slot) di bandar udara.

* Roda Ekonomi Bisnis: Memanfaatkan pertumbuhan kargo udara sebagai motor penggerak perdagangan elektronik (e-commerce).


Secara paralel, forum ASEAN Caucus dan Plenary Meeting sukses menetapkan keputusan krusial. Salah satunya adalah rektifikasi titik Mataram menjadi Makassar pada Protocol 3 ASEAN-China Air Transport Agreement (P3 AC-ATA). Hub kargo utama di China juga bakal dilibatkan demi perluasan Hak Angkut Kelima (5th Freedom).

Sebagai inovasi masa depan, Indonesia selaku Lead Country ASEAN mengusulkan kerja sama teknis berupa Workshop and Sharing Information on UAS (Unmanned Aircraft Systems) Regulation terkait pengaturan pesawat nirawak (drone) yang direncanakan digelar di China pada akhir tahun ini.

Di sisi lain, delegasi China memaparkan kebijakan Smart Aviation Safety Oversight, pengembangan ekonomi ketinggian rendah (Low-Altitude Economy), hingga manufaktur pesawat COMAC.

Menutup agenda formal dengan cara yang berkesan, Kemenhub memboyong para delegasi asing untuk mengunjungi kemegahan Candi Borobudur pada Kamis (9/7/2026).

Jalan-jalan ini bukan sekadar plesiran biasa, melainkan strategi jitu soft-marketing pariwisata nasional. Kemenhub berharap kunjungan ke warisan budaya dunia ini mampu memikat minat para bos maskapai ASEAN dan China untuk segera membuka rute penerbangan langsung (direct flight) baru dari dan menuju Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *