Menko Airlangga Bertemu DPM Belarus, Bahas Impor Susu demi Program Makan Bergizi Gratis!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus, Viktor Karankevich, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

ABNnews – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus, Viktor Karankevich, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan bilateral ini secara khusus membahas langkah strategis di sektor ketahanan pangan, termasuk penjajakan peningkatan pasokan atau impor produk susu dari Belarus guna menyokong program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan tingkat tinggi ini digelar di sela-sela perhelatan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching yang mempertemukan para pelaku usaha top dari kedua negara.

Menko Airlangga menegaskan bahwa hubungan ekonomi kedua negara harus segera diterjemahkan menjadi proyek nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Indonesia melihat pentingnya untuk mendorong kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, termasuk melalui investasi bersama dan pengembangan proyek strategis yang dapat menjadi low hanging fruits dalam hubungan ekonomi Indonesia–Belarus,” ungkap Airlangga.

Selain membidik pasokan susu dari Belarus untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang diusung pemerintah, Airlangga juga menekankan penguatan di sektor pertanian dan adopsi teknologi modern.

Mekanisasi Pertanian: Belarus menyatakan kesiapannya untuk melakukan transfer teknologi dan berbagi pengalaman dalam bidang mekanisasi pertanian.


Fasilitas Perakitan: Membuka peluang kerja sama mesin pertanian, alat panen, hingga pengembangan fasilitas perakitan lokal di Indonesia dengan menggandeng produsen ternama Belarus seperti Minsk Tractor Works (MTZ).


Tak hanya itu, lini industri manufaktur berat juga dibuka lebar. Perusahaan raksasa asal Belarus seperti MAZ dan BelAZ memiliki peluang besar untuk memperluas ekspansi di sektor kendaraan industri berat di tanah air.

Di sektor perdagangan, kedua belah pihak sepakat mempercepat implementasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA). Perjanjian dagang bebas ini dinilai menjadi kunci emas untuk memperluas akses pasar Indonesia ke kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), termasuk Belarus.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, membeberkan data bahwa total perdagangan Indonesia dengan kawasan EAEU saat ini telah menembus angka USD 5,3 miliar.

Namun, nilai perdagangan bilateral khusus Indonesia–Belarus saat ini baru mencatatkan angka sekitar USD 221 juta. Angka tersebut dinilai masih sangat kecil sehingga ruang peningkatan kerja sama perdagangan masih terbuka sangat lebar.

Komitmen kedua negara tidak berhenti di sektor komoditas dan barang, melainkan merambah ke pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta kesehatan. Di bidang medis, kedua pihak membidik peluang pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penjajakan kerja sama industri farmasi.

Sementara di sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas utama Presiden RI, RI dan Belarus sepakat menjajaki program mobilitas serta pertukaran mahasiswa dengan durasi satu tahun.

“Pada tahap awal, ditargetkan ada sekitar 100 hingga 200 mahasiswa per tahun yang akan dikirim untuk mengenyam pendidikan, pelatihan, serta riset bersama, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Medicine (STEMM).”

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kuat kedua negara untuk mengawal penuh implementasi Roadmap for the Development of Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030 sebagai kompas kerja sama lintas sektor kementerian dan lembaga ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *