ABNnews – Sebuah insiden yang bikin jantungan sekaligus dramatis mewarnai persiapan Hari Raya Idul Adha di Kampung Cipatangga, Desa Puspasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Bagaimana tidak, seekor sapi kurban mendadak lepas dan kabur hingga sejauh empat kilometer, bahkan nekat menyeruduk warga yang mengepung dan mencoba menangkapnya.
Peristiwa menegangkan ini bermula saat sapi tersebut hendak diturunkan dari atas mobil bak terbuka. Saat itu, hanya ada dua orang pekerja yang bertugas memegang tali pengikat hewan tersebut. Apes, salah satu tali ternyata terlalu pendek hingga akhirnya terlepas dari genggaman pekerja.
“Sapi kabur saat mau diturunkan dari bak terbuka. Kan pekerja ada dua orang, satu orang pegang tali. Nah tali yang satu pendek terus lepas. Kami tawarkan mau bantu tapi kata pekerjanya ‘tenang bisa, dah biasa’, tahunya kabur,” ungkap salah satu panitia kurban, Aa Wastika, dikutip detikjabar. Rabu (27/5/2026).
Bukannya berhasil ditenangkan, sapi yang lepas itu justru langsung mengambil langkah seribu dan berlari kencang masuk ke area perkebunan warga. Panik melihat hewan kurban itu melesat, warga sekitar pun langsung kompak melakukan pengejaran.
Nahas, sapi yang dalam kondisi stres tersebut malah berbalik arah dan menjadikan warga sebagai sasaran amukan. Sapi itu menyeruduk buta hingga membuat beberapa orang terjatuh dan nyaris mengalami luka-luka serius.
“Kaburnya jauh hampir empat kiloan lebih ya. Saya khawatir kalau ke jalan raya nabrak motor,” ketus Aa Wastika mengingat momen mendebarkan itu.
Perburuan sang sapi pun berlangsung sangat dramatis. Setelah aksi kejar-kejaran yang melelahkan sejauh empat kilometer, pelarian hewan tersebut akhirnya berhasil dihentikan. Panitia menyebut sapi tersebut terkepung dan tidak bisa melangkah lebih jauh setelah terjebak di area perkebunan dengan kontur tanah yang miring.
“Sapi akhirnya bisa dilumpuhkan usai kabur sejauh empat kilometer. Sapi tidak bisa melangkah masuk areal perkebunan dengan kontur tanah miring,” jelasnya. Beruntung, sapi tersebut tidak mengalami luka atau patah kaki, dan langsung dievakuasi untuk disembelih saat Idul Adha.
Kejadian serupa rupanya tidak hanya terjadi di Desa Puspasari. Di Kampung Padaluyu, Desa Puspahiang, seekor sapi berwarna cokelat juga kedapatan mengamuk dan meronta berulang kali saat hendak dieksekusi di tempat penyembelihan.
Hewan bertubuh kekar itu bahkan nyaris menendang warga yang berkerumun di sekitarnya.
Situasi tegang itu baru bisa dikendalikan setelah panitia kurban dengan cekatan menarik tali di bagian kaki sapi hingga hewan itu roboh ke tanah. “Hampir lepas, untung segera dikendalikan,” ujar salah seorang warga setempat, Wakhidun.
Uniknya bagi warga setempat, insiden-insiden menghebohkan seperti ini justru menjadi bumbu pemanis dan hiburan tersendiri yang dinanti-nanti saat perayaan Idul Adha di kampung.
“Saya mah suka seru kalau kurban pas sapi mau sembelih ramai-ramai kalau di kampung mah,” aku Wakhidun seraya tersenyum.
Meski sempat memicu kepanikan massal, beruntung rentetan insiden sapi ngamuk ini tidak sampai menimbulkan korban luka serius. Pihak panitia mengimbau agar ke depan proses penurunan dan pengikatan hewan kurban dilakukan dengan ekstra hati-hati serta melibatkan tenaga manusia yang cukup.













