Masamba hingga Wamena Masuk Daftar, Ini 7 Wilayah yang Bakal Diguyur Rute Kargo Jembatan Udara

Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub Lukman F Laisa. (Foto: Widya Islamiati/kumparan)

ABNnews – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memetakan wilayah pedalaman dan perbatasan yang akan menjadi fokus pemerataan logistik.

Setidaknya, ada 7 wilayah strategis dari Masamba hingga Wamena yang masuk dalam daftar untuk diguyur rute kargo perintis jembatan udara pada tahun anggaran depan.

Langkah taktis ini diambil guna memastikan pasokan logistik di daerah 3TP (Terpencil, Terdepan, Tertinggal, dan Perbatasan) tetap terpenuhi dengan baik sepanjang tahun demi menekan kesenjangan harga bahan pokok.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, memaparkan bahwa alokasi rute ini sudah dikunci dalam pagu indikatif tahun anggaran 2027.

Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 633,95 miliar yang disebar melalui 23 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Koordinator Wilayah (Korwil) Perintis.

“Khusus 46 rute perintis kargo terdapat pada 7 KPA Korwil Perintis yang akan digunakan untuk pemenuhan logistik jembatan udara di daerah 3TP,” ujar Lukman dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Lukman merinci 7 wilayah korwil yang akan mengelola 46 rute kargo jembatan udara tersebut meliputi kawasan tengah hingga timur Indonesia yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat, yaitu: Wilayah Tarakan, Wilayah Masamba, Wilayah Timika, Wilayah Dekai, Wilayah Tanah Merah, Wilayah Oksibil serta Wilayah Wamena.


Penyelenggaraan angkutan udara perintis ini terus dioptimalkan sebagai wujud komitmen konkret Kemenhub dalam memperkuat konektivitas nasional serta mendukung pemerataan pembangunan secara masif.

Secara total, anggaran ratusan miliar tersebut akan membiayai 260 rute perintis penumpang dan 46 rute perintis kargo.

Di sisi lain, perluasan akses angkutan udara perintis ini merupakan bagian dari langkah Kemenhub untuk mewujudkan visi Asta Cita.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa konektivitas dan keselamatan di seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian memiliki efek ganda (multiplier effect) yang sangat besar.

Selain memicu pertumbuhan ekonomi daerah, jembatan udara ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

“Konektivitas pada sektor transportasi terbukti mengurangi kesenjangan antarwilayah secara signifikan,” tutur Dudy.

Saat ini, potret layanan penerbangan perintis nasional mencakup 266 rute penumpang, 46 rute perintis kargo, serta 1 rute subsidi udara kargo.

Dudy menekankan bahwa rute-rute keperintisan ini wajib terus disokong oleh subsidi APBN dari pemerintah lantaran secara nilai keekonomian komersial belum memadai bagi maskapai swasta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *