ABNnews – Langkah nyata menuju target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 terus digenjot pemerintah.
Didukung penuh oleh program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) dari Pemerintah Inggris, Indonesia resmi mengebut dekarbonisasi sektor maritim lewat peluncuran tiga dokumen strategis penunjang ekosistem rendah karbon.
Tiga cetak biru yang disusun bersama mitra pelaksana Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) ini menjadi instrumen teknis krusial bagi industri pelayaran dan kepelabuhanan nasional.
Adapun tiga dokumen penting yang dirilis meliputi:
* Buku Panduan Efisiensi Energi Sektor Maritim: Panduan taktis bagi operator pelabuhan dan armada pelayaran.
* Kajian Bahan Bakar Alternatif: Pemetaan model bisnis dan jalur migrasi kapal ke bahan bakar ramah lingkungan.
* Kajian Optimalisasi Onshore Power Supply (OPS): Formula penyediaan listrik darat guna mematikan penggunaan mesin diesel kapal saat sedang bersandar.
Langkah berani ini juga menjadi fondasi kuat untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 8 Tahun 2023, PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, serta pemenuhan target dekarbonisasi global dari International Maritime Organization (IMO).
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Panjaitan, menegaskan peran vital regulator dalam menakhodai transformasi ini. Menurutnya, migrasi menuju green shipping dan green ports sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi ekosistem maritim tanah air.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memegang peranan penting dalam membentuk industri maritim Indonesia. Dalam konteks dekarbonisasi, peran tersebut berarti memastikan armada nasional dan pelabuhan Indonesia terus bergerak menuju green shipping dan green ports, bukan semata-mata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga untuk menjaga daya saing pelayaran Indonesia di tingkat global,” tegas Lollan saat membuka Forum Kolaboratif UK PACT di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Di panggung yang sama, UK Minister-Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Peter Rajadiston, mengutarakan kebanggaannya bisa menjadi mitra strategis Kemenhub. Lewat program infrastruktur berkelanjutan bertajuk MELAJU, Inggris berkomitmen mendukung penuh pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.
“Pedoman dan studi yang diluncurkan hari ini akan membantu memperkuat landasan bagi pengambilan keputusan yang berbasis bukti serta investasi yang strategis, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem maritim yang lebih tangguh dan berdaya saing,” papar Peter.
Direktur Eksekutif IREEM, Arief Yunan, menambahkan bahwa kehadiran dokumen terstruktur ini didesain ramah industri guna menjembatani target besar dekarbonisasi pemerintah dengan realisasi konkret di lapangan.
Keseriusan proyek ini ditandai dengan penandatanganan simbolis komitmen bersama antara Kementerian Perhubungan, PT PELNI (Persero), dan PT Pelindo (Persero).
Tiga pilar utama maritim Indonesia ini sepakat bersinergi mengoptimalkan efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi rendah karbon.
Sebagai penutup, forum kolaboratif ini menggelar sesi diskusi panel interaktif yang membedah peta jalan maritim bersih dengan menghadirkan para ahli dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Kementerian ESDM, PT Pelindo, PT Pelni, hingga perwakilan dari British Embassy.












