ABNnews – Proses penyelamatan seorang balita perempuan berusia 3 tahun di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berjalan luar biasa dramatis.
Korban disandera menggunakan sebilah pisau dapur oleh pamannya sendiri, Dedi (27), tepat di depan kantor Koramil dan Polsek Sampara. Petugas gabungan TNI-Polri harus bergerak cepat demi merebut sang balita dari dekapan pelaku yang kalap.
Insiden menegangkan ini berlangsung di Desa Totombe Jaya, Kecamatan Sampara, pada Rabu (1/7) sekitar pukul 07.00 Wita.
Kejadian mencekam ini awalnya dipicu oleh kepanikan pelaku yang diduga berhalusinasi merasa sedang diburu oleh seseorang untuk dibunuh.
“Awalnya pelaku terlihat gelisah, menangis sambil berkeliling rumah dan terus mengatakan ada yang mau membunuhnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Laode M. Jefri Hamzah dikutip detikcom, Kamis (2/7/26).
Sebelum nekat melakukan aksi penyanderaan, Dedi sempat menemui ayah balita tersebut. Ia merengek meminta agar ditemani ke Polsek Sampara untuk mengamankan diri.
Namun, pihak keluarga tidak langsung merespons permintaan tersebut secara serius karena sudah memaklumi riwayat kondisi mental pelaku.
“Saat itu ayah korban belum terlalu menanggapi permintaan pelaku karena mengetahui kondisi pelaku yang mengalami gangguan jiwa,” jelas Jefri.
Lantaran permintaannya diabaikan, pelaku tiba-tiba gelap mata. Ia langsung masuk ke dapur dan mengambil sebilah pisau tajam.
Tanpa diduga, Dedi menghampiri keponakannya yang tengah asyik bermain di halaman rumah, lalu menggendongnya secara paksa sambil menodongkan senjata tajam tersebut ke tubuh sang balita.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung panik dan histeris. Mereka sempat berusaha membujuk Dedi untuk meletakkan pisaunya dan melepaskan korban.
Namun, bujukan tersebut sia-sia. Pelaku justru semakin beringas dan berteriak mengancam akan nekat melukai korban jika ada yang berani mendekat.
Melihat situasi yang semakin kritis dan mengancam nyawa anaknya, orang tua korban akhirnya terpaksa menuruti kemauan pelaku.
Mereka membonceng Dedi yang masih mendekap erat korban di bawah ancaman pisau menuju kantor Polsek Sampara menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di area Polsek, ketegangan semakin memuncak. Proses penyelamatan balita yang disandera itu berlangsung sangat dramatis di bawah tatapan menegangkan warga.
Aparat kepolisian dari Polsek Sampara yang dibantu oleh personel dari Koramil Sampara langsung mengepung lokasi dan melakukan negosiasi taktis secara hati-hati.
Petugas memanfaatkan kelengahan pelaku hingga akhirnya berhasil merebut balita malang tersebut dengan selamat tanpa luka sedikit pun. Pelaku Dedi pun langsung diringkus dan diamankan ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.












