banner 728x250

Bahaya Depresi hingga Gangguan Tidur, Mengapa Risiko Demensia Mengintai Perempuan?

Ilustrasi. (Foto: int.livhospital)

ABNnews – Masalah depresi hingga gangguan tidur ternyata menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan jangka panjang.

Deretan masalah psikologis dan gaya hidup ini disinyalir menjadi alasan kuat mengapa risiko demensia alias penurunan fungsi kognitif (pikun) jauh lebih rentan mengintai kaum perempuan dibandingkan pria.

Fakta tersebut diungkap dalam riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Biology of Sex Differences.

Dilansir dari Eating Well, Kamis (28/5/2026), para peneliti berusaha memahami faktor-faktor pemicu tersebut dengan menganalisis data Health and Retirement Study di Amerika Serikat yang berfokus pada 17.182 peserta berusia 40 tahun ke atas, di mana hampir 60 persen di antaranya adalah perempuan.

Dalam studi ini, tim periset menelaah 13 faktor kesehatan dan gaya hidup yang sebenarnya dapat diubah atau dikelola. Mulai dari depresi, kurang aktivitas fisik, diabetes, hipertensi, obesitas, gangguan tidur, kehilangan pendengaran, hingga isolasi sosial.

Faktor-faktor tersebut kemudian diuji silang dengan hasil tes kognitif peserta yang mengukur kemampuan mengingat dan berhitung sederhana. Hasilnya, perempuan terbukti memiliki lebih banyak faktor risiko dibanding laki-laki, terutama pada tingkat depresi yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan masalah tidur yang buruk.

Temuan menarik lainnya menunjukkan adanya perbedaan dampak penyakit yang signifikan antar gender. Meskipun pria tercatat lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dan diabetes, keberadaan kondisi-kondisi ini justru mengakibatkan penurunan fungsi otak yang jauh lebih kuat dan merusak pada perempuan yang mengalaminya.

Hal yang sama berlaku pada masalah kesehatan jantung dan metabolisme. Kondisi seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) serta indeks massa tubuh yang tinggi (obesitas) menunjukkan dampak negatif yang jauh lebih tajam terhadap kemampuan berpikir perempuan.

Melihat hasil ini, para peneliti menekankan bahwa risiko demensia tidak dapat ditangani dengan pendekatan yang disamaratakan pada semua orang.

Meskipun studi ini memiliki keterbatasan karena baru menunjukkan hubungan keterkaitan dan bukan sebab-akibat langsung, hasil riset ini menjadi sinyal kuat pentingnya pendekatan kesehatan yang lebih personal berdasarkan jenis kelamin demi menjaga kesehatan otak saat menua.

Guna mengantisipasi ancaman demensia di masa tua, riset ini merekomendasikan tiga langkah penting yang wajib dilakukan oleh perempuan sejak dini:

* Tangani Gangguan Pendengaran Sejak Dini: Segera jalani pemeriksaan medis dan gunakan alat bantu dengar bila disarankan oleh tenaga kesehatan. Jangan biarkan penurunan pendengaran memicu isolasi otak.


* Kelola Risiko Diabetes dengan Ketat: Jaga kadar gula darah agar tetap stabil. Cara efektifnya adalah dengan menerapkan pola makan tinggi serat, rutin berolahraga, dan memastikan waktu tidur cukup.


* Kontrol Tekanan Darah Secara Berkala: Rutin memeriksakan tensi dengan bantuan tenaga medis, aktif melakukan aktivitas fisik, serta menjaga pola makan yang mendukung stabilitas tekanan darah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *