banner 728x250

Misteri Rekomendasi Komisi Reformasi Polri, Mahfud MD: Isinya Bagus, Tapi…

Mahfud Md (Grandyos Zafna)

ABNnews – Komisi Percepatan Reformasi Polri telah merampungkan tugasnya menyusun poin-poin rekomendasi untuk masa depan kepolisian. Meski begitu, hingga kini tim bentukan tersebut masih “mengantre” untuk bisa memaparkan hasilnya di depan Presiden RI Prabowo Subianto.

Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD, menyebut pihaknya sudah mengirimkan sinyal kesiapan kepada pihak Istana. Namun, jadwal pertemuan tatap muka belum juga dipastikan.

Mahfud MD mengungkapkan bahwa laporan akhir alias “rapor” reformasi Polri sebenarnya sudah siap disodorkan. Namun, padatnya agenda Presiden Prabowo ditengarai menjadi alasan pertemuan belum terlaksana.

“Kita sudah menyerahkan rapor ke presiden bahwa kita sudah siap untuk menyampaikan laporan, tapi presiden belum menjadwalkan,” kata Mahfud di Studio Terus Terang, Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Eks Menko Polhukam ini juga memilih tutup mulut rapat-rapat soal isi poin rekomendasi tersebut.

“Tentu kan tinggal nunggu kapan presiden menjadwalkan karena beliau kita tahu sangat sibuk. Kita berkomitmen tidak akan menyampaikan apa pun ke publik sebelum disampaikan langsung kepada presiden, tapi hasilnya bagus menurut saya,” sambungnya.

Senada dengan Mahfud, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengakui adanya urgensi untuk segera bertemu Presiden. Pasalnya, draf rekomendasi tersebut sejatinya sudah tuntas sejak dua bulan silam.

“Kita mau cepat-cepat, sudah selesai (rekomendasi) sudah dua bulan jadi, tapi presidennya belum punya waktu untuk menerima laporan. Padahal sudah ada yang harus diputuskan,” tegas Jimly saat peluncuran bukunya di Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menariknya, Jimly sempat berbagi cerita soal dapur tim ini. Komisi ini beranggotakan 10 orang, di mana separuhnya merupakan jenderal polisi bintang empat. Dominasi para jenderal senior ini diakui Jimly sempat membuat diskusi berjalan dinamis dan penuh kehati-hatian, terutama bagi anggota dari kalangan sipil.

“Kami bersepuluh, lima di antaranya jenderal bintang empat, jadi kita yang sipil-sipil wah itu ngomong ragu-ragu,” selorohnya.

Meski enggan membeberkan detail isinya, Mahfud MD meyakini hasil godokan para tokoh sipil dan jenderal senior ini akan membawa perubahan positif bagi Korps Bhayangkara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *