banner 728x250

Daycare Little Aresha Jogja: 53 Balita Diduga Dianiaya, Polisi Buka Suara

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizky Adrian aaat jelaskan kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak oleh daycare di Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026)(Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo)

ABNnews – Fakta mencengangkan terungkap dalam kasus dugaan kekerasan di daycare (tempat penitipan anak) Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Ternyata, jumlah korban di tempat ini tak main-main.

Polresta Yogyakarta mencatat, dari 103 anak yang dititipkan, sebanyak 53 di antaranya terkonfirmasi menjadi korban kekerasan fisik. Mirisnya, para korban rata-rata masih berusia sangat rentan, yakni mulai dari bayi hingga balita.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan bahwa tindakan kekerasan terdeteksi dialami oleh lebih dari separuh total anak yang dititipkan. Angka ini didapat berdasarkan data yang dihimpun tim penyidik.

“Kalau jumlah semua kita lihat itu 103 anak. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya, itu sekitar 53 orang. By data, ya,” ujar Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa daycare Little Aresha setidaknya sudah beroperasi selama lebih dari satu tahun. Sebagian besar pengasuh yang bekerja di tempat tersebut juga diketahui sudah memiliki masa kerja yang cukup lama.

Adrian menyebut jumlah korban ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan pengembangan kasus dan pemeriksaan saksi-saksi tambahan. Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci motif di balik tindakan keji para pengasuh tersebut.

“Nanti akan dilakukan rilis secara lengkap pada Senin pagi,” ucap Adrian singkat.

Kasus ini mulai meledak setelah video yang memperlihatkan anak-anak dalam posisi tangan dan kaki diikat viral di media sosial. Hal ini memicu gelombang laporan dari orang tua lain yang akhirnya menyadari bahwa luka atau perubahan perilaku anak mereka selama ini diduga kuat akibat penganiayaan dan penelantaran di daycare tersebut.

Aldewa, salah satu orang tua, mengaku sangat menyesal. Ia sempat menemukan luka lebam di kaki anaknya, namun saat itu ia dan istrinya menduga luka tersebut hanya karena jatuh saat bermain.

“Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya sudah, saya juga enggak tanya pihak sekolah,” kata Aldewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *