ABNnews – Kabar terbaru datang dari Tanah Suci. Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengungkapkan bahwa sebanyak 93 jemaah haji Indonesia saat ini harus menjalani rawat jalan selama berada di Madinah.
Pemicu utamanya adalah kondisi fisik para jemaah yang menurun, didominasi oleh penyakit bawaan (komorbid) serta kelelahan hebat selama menjalankan rangkaian ibadah.
Data tersebut dihimpun hingga Jumat (24/4/2026) kemarin. Maria menyebut, usia dan kondisi kesehatan jemaah menjadi faktor utama yang membuat mereka memerlukan perawatan medis.
“Berdasarkan hasil yang kami terima hingga hari kemarin atau per tanggal 24 April 2026 itu total ada 93 jemaah haji Indonesia yang kemudian harus melakukan rawat jalan,” ucap Maria di Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Sabtu (25/4/2026).
“Sebagian besar dari mereka ini memang mereka mempunyai komorbid penyakit seperti darah tinggi dan juga ada beberapa dari mereka yang kelelahan,” sambungnya.
Tidak hanya rawat jalan, ada pula jemaah yang membutuhkan tindakan medis lebih intensif. Mereka yang mengalami kondisi kesehatan lebih serius harus mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
“Sementara itu ada dua jemaah haji Indonesia juga kemudian dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI, dan kemudian satu jemaah haji kita yang kemudian harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” ujar Maria.
Maria memastikan, pemerintah tidak tinggal diam. Petugas medis telah disiagakan di berbagai titik di Tanah Suci. Selain itu, klinik-klinik kesehatan haji juga telah beroperasi optimal dan menjalin kerja sama dengan rumah sakit setempat di Arab Saudi.
“Jadi untuk fasilitas kesehatan atau data layanan kesehatan kami juga cukup matang di sana,” tutup Maria.













