banner 728x250

Bos BRI Minta Investor Sabar: Saham BBRI Diproyeksi Take-Off 2026–2027

Direktur Utama BRI Hery Gunardi (Foto: BRI)

ABNnews – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik dalam beberapa tahun ke depan seiring berjalannya transformasi bisnis yang tengah dilakukan. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi meminta para pemangku kepentingan, termasuk investor, untuk melihat saham BBRI sebagai investasi jangka menengah hingga panjang.

“Sudah lebih dari delapan bulan kami menjalankan transformasi. Hasilnya mulai terlihat dan pada 2026–2027 kami optimistis kinerjanya akan jauh lebih baik. Harapannya, BRI bisa take-off dan bergerak lebih kencang dibandingkan sebelumnya,” kata Hery dalam keterangannya.

Menurut Hery, transformasi yang dilakukan BRI bersifat menyeluruh dan membutuhkan waktu serta konsistensi agar dampaknya benar-benar signifikan terhadap kinerja perusahaan. Ia menegaskan, transformasi tidak hanya menyentuh aspek bisnis, tetapi juga mencakup berbagai enabler pendukung, mulai dari operasional, teknologi, permodalan, hingga penguatan merek.

“Yang paling penting adalah mindset. Budaya kerja yang kuat akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Hery menambahkan, proses transformasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun agar dapat memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, pada Juli 2025 lalu BRI meluncurkan program transformasi bertajuk BRIVolution Reignite. Program ini dirancang untuk membawa BRI memasuki fase pertumbuhan yang lebih efisien, lebih berorientasi pada nasabah (customer centric), serta berkelanjutan.

Dalam transformasi tersebut, BRI memfokuskan pembenahan pada sisi pendanaan dengan memperbaiki struktur funding melalui peningkatan rasio dana murah guna menekan cost of fund. Di sisi penyaluran kredit, BRI terus melakukan penguatan pada segmen mikro, konsumer, usaha kecil dan menengah (UKM), serta komersial.

“Selain itu, kami juga bertransformasi pada sisi operasional dengan fokus pada pembenahan proses dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah,” imbuh Hery.

Dari aspek sumber daya manusia, BRI juga melakukan penguatan melalui perbaikan kualitas data dan sistem, pembaruan sistem manajemen talenta, serta penguatan kinerja manajemen, termasuk melalui penerapan sistem reward yang lebih terukur.

Terbaru, pada Selasa (16/12), BRI resmi meluncurkan Corporate Rebranding sebagai bagian integral dari agenda transformasi menyeluruh perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan relevansi dan daya saing BRI dalam jangka panjang di tengah dinamika industri jasa keuangan.

“Melalui corporate rebranding, BRI menegaskan posisinya sebagai bank universal yang tetap berakar kuat pada UMKM dan DNA ekonomi kerakyatan, sekaligus adaptif terhadap akselerasi digital, perubahan kebutuhan nasabah, dan tuntutan tata kelola berkelanjutan,” jelas Hery.

Ia menegaskan, rebranding tersebut tidak sekadar pembaruan identitas visual, melainkan mencerminkan perubahan cara berpikir, cara bekerja, serta cara BRI menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, investor, pelaku UMKM, dan perekonomian nasional secara lebih relevan dan inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *