banner 728x250

Puncak Haji Tahapan Paling Krusial, Kepatuhan Jemaah Perlancar Ibadah di Armuzna

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

ABNnews — Puncak ibadah haji 2026 menjadi momen yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Puncak ibadah haji sudah dimulai sejak Senin (25/05) kemarin.

Jemaah haji Indonesia diingatkan untuk disiplin mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna.

Imbauan itu disampaikan Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Danang Wicaksana Sulistya saat melepas keberangkatan jemaah menuju Arafah pada Jumat (22/05).

“Kami sebagai tim pengawas mengimbau seluruh komponen, termasuk jemaah sendiri, agar mengikuti segala arahan dari ketua rombongan, ketua regu, ketua kloter, maupun petugas haji Indonesia,” kata Danang.

Menurutnya, fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji karena seluruh aktivitas jemaah harus menyesuaikan aturan pemerintah Arab Saudi.

“Di Armuzna ini kita mengikuti segala peraturan dari pemerintah Saudi Arabia, sehingga perlu integrasi yang baik antara PPIH dan pemerintah,” uja Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Danang mengatakan kepatuhan jemaah menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran mobilitas jutaan jemaah dari berbagai negara yang bergerak secara bersamaan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ia juga mengapresiasi proses keberangkatan jemaah sektor lima yang dinilai berjalan cukup baik meskipun sempat terjadi kepadatan lalu lintas dan antrean armada bus.

“Alhamdulillah para jemaah bisa terangkut dari pagi sampai siang ini, walaupun memang ada gesekan dan kepadatan di dalam bus,” katanya.

Meski demikian, Timwas Haji tetap mencatat perlunya peningkatan kenyamanan armada transportasi pada musim haji mendatang agar perjalanan jemaah menuju Armuzna lebih aman dan manusiawi.

Danang berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

“Dengan kondisi apa pun, saya harap semuanya bisa nyaman, selamat, dan sukses mengikuti ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tutup Anggota Komisi Transportasi DPR RI itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *