ABNnews – Langkah Pemerintah Indonesia membawa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang ke panggung dunia mulai membuahkan hasil nyata. Melalui lawatan diplomasi ke kawasan Eropa, Indonesia sukses menyepakati kerja sama strategis dengan Slovakia yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan untuk mengembangkan ekosistem industri masa depan di tanah air.
Langkah jemput bola ini merupakan bagian dari misi Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK untuk memperkuat promosi investasi global, khususnya di sektor energi hijau, teknologi digital, dan pengelolaan air.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang kini diposisikan sebagai motor transformasi ekonomi nasional.
“Indonesia menawarkan ekosistem industri terintegrasi, konektivitas strategis ke kawasan Indo-Pasifik, serta peluang jangka panjang untuk kemitraan manufaktur maju yang berkelanjutan,” ujar Edwin dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Slovakia Jadi Pintu Masuk Investasi Masa Depan
Keseriusan Indonesia dibuktikan lewat gelaran Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum di Bratislava, Slovakia. Forum bisnis ini mempertemukan delegasi RI dengan sekitar 40 peserta dari unsur pemerintah dan raksasa swasta Slovakia yang bergerak di bidang energi baru terbarukan, otomotif, kecerdasan buatan (AI), hingga layanan keuangan.
Edwin menilai, Slovakia merupakan gerbang logistik yang sangat strategis menuju kawasan Eropa Tengah. Sebaliknya, Indonesia menawarkan daya tarik berupa akses utama menuju pasar ASEAN yang tengah tumbuh pesat.
“Dengan menggabungkan keunggulan industri Slovakia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinamis, kedua negara dapat membangun rantai pasok yang tangguh dan inovatif,” tuturnya.
Puncak dari forum tersebut adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Innovation Platform Capital dengan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku pengelola KEK Industropolis Batang. Kerja sama mentereng ini mencakup proyek raksasa seperti pengembangan energi bersih, green hydrogen, AI data center, infrastruktur digital, hingga advanced manufacturing.
Dilirik Austria sebagai Hub Produksi ASEAN
Selain mengunci komitmen dengan Slovakia, safari diplomasi ekonomi yang dilakukan sejak pekan lalu ini juga menyasar Austria dan Hungaria.
Saat bertandang ke Austrian Federal Economic Chamber (WKÖ) di Wina, Austria, delegasi Indonesia memaparkan stabilitas ekonomi nasional dan kebijakan hilirisasi industri. Hasilnya, Austria langsung melirik Indonesia sebagai hub produksi yang sangat strategis di Asia Tenggara dengan potensi pasar menjanjikan bagi 600 juta penduduk.
Pihak Austria pun menyatakan ketertarikan mendalam untuk masuk ke sektor mechanical engineering, renewable energy, komponen otomotif, serta precision manufacturing. Sederet hasil manis dari Eropa ini dipastikan menjadi fondasi kuat dalam mempercepat posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri tercanggih di Indonesia.













