Kejar Target Pusat Halal Dunia, Kemenperin Siapkan Ekosistem Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza (Foto: Kemenperin)

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus tancap gas memperkuat ekosistem industri halal nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah dalam mendorong daya saing produk lokal di pasar global, sekaligus mengejar target ambisius Indonesia untuk menjadi pusat halal dunia menjelang implementasi Wajib Halal Tahap II pada Oktober 2026.

Demi memuluskan target tersebut, Kemenperin menggandeng PT Dyandra Promosindo untuk kembali menggelar ajang Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026. Pameran berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 24-27 September 2026 mendatang di Ice Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan bahwa industri halal kini menjadi pilar krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional serta mendongkrak posisi Indonesia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI).

“Kami terus memacu penguatan rantai nilai halal nasional melalui pengembangan industri hulu hingga hilir, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan infrastruktur industri halal, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global,” ujar Faisol Riza dalam sambutan Kick-off Halal Indo 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menjelang tenggat waktu Wajib Halal Tahap II pada Oktober mendatang, Kemenperin kini makin intensif melakukan pendampingan. Berbagai program mulai dari sosialisasi masif, bimbingan teknis, hingga fasilitasi sertifikasi halal terus digelontorkan.

Tujuannya jelas: agar para pelaku industri tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, tetapi juga mampu menjadikan sertifikasi halal sebagai instrumen untuk mendongkrak nilai jual produk mereka.

Wamenperin mengakui bahwa tantangan terbesar dalam implementasi ini terletak pada luasnya cakupan sektor industri yang wajib tersertifikasi serta perlunya jaminan rantai pasok (supply chain) yang benar-benar memenuhi standar halal.

Untuk mengakselerasi hal tersebut, Kemenperin memberikan perhatian ekstra pada sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Pemerintah memberikan pendampingan intensif agar IKM mampu meningkatkan kualitas produk dan masuk dalam ekosistem rantai pasok halal yang lebih luas.

Selain itu, pengembangan Kawasan Industri Halal juga terus dipacu agar pelaku usaha mendapatkan infrastruktur yang efisien guna menarik lebih banyak investasi di sektor ini.

Gelaran Halal Indo 2026 dipastikan bakal menjadi magnet bagi para pelaku bisnis dan masyarakat. Kemenperin menyiapkan sejumlah program unggulan, mulai dari Paviliun Kemenperin, layanan konsultasi industri halal, hingga business matching P3DN tematik halal untuk memperluas akses pasar domestik.

Tak ketinggalan, ada Industrial Festival yang dirancang khusus untuk memikat partisipasi generasi muda melalui sesi coaching clinic, kuliah umum dari Wamenperin, hingga talkshow inspiratif bersama Menteri Perindustrian.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan dedikasi pelaku industri, ajang bergengsi Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) juga akan kembali diselenggarakan. Penghargaan ini akan diberikan kepada tujuh kategori, meliputi perusahaan industri besar, IKM, pengelola kawasan industri, hingga institusi pendidikan dan lembaga keuangan syariah.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa Halal Indo 2026 adalah momentum krusial bagi para pelaku industri untuk bertemu langsung dengan investor dan pembeli potensial.

“Halal Indo 2026 bukan sekadar ajang pameran, namun juga menjadi wadah kolaborasi yang produktif dan interaktif. Kami percaya bahwa penguatan jejaring bisnis dan inovasi dapat meningkatkan daya saing industri halal nasional di kancah global,” pungkas Daswar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *