Dramatis! Pendaki 145 Kg Alami Mati Rasa di Gunung Gede, Evakuasi Pakai Sarung

Pendaki 145 kg dievakuasi dari gunung Gede (dok. Istimewa)

ABNnews – Proses evakuasi seorang pendaki bernama Roby di Gunung Gede Pangrango berjalan sangat dramatis.

Pendaki asal Bekasi yang memiliki bobot tubuh jumbo seberat 145 kilogram tersebut terpaksa dievakuasi menggunakan kain sarung setelah mengalami mati rasa pada kakinya.

Detik-detik evakuasi menegangkan ini sempat diabadikan dalam rekaman video hingga menjadi viral di media sosial. Karena berat badan survivor yang jauh di atas rata-rata, proses penurunan menembus jalur terjal pun memakan waktu hingga berjam-jam.

Dalam potongan video yang beredar, tampak Roby awalnya digendong oleh seorang relawan secara manual dengan bantuan kain sarung. Rekan-rekan pendaki dan relawan lain terlihat sigap memegangi tubuh gempal Roby dari belakang agar tidak terjatuh.

Namun karena medan yang ekstrem, metode evakuasi akhirnya terpaksa diubah menggunakan tandu darurat dari bilah kayu dan sarung.

Salah seorang relawan yang ikut mengevakuasi korban, Ali (37), membeberkan bahwa rombongan Roby sedianya berjumlah tiga orang. Masalah mulai muncul pada Minggu (28/6) lalu saat mereka tengah berjuang melewati jalur pendakian via Gunung Putri.

Korban mendadak mengalami keram hebat hingga mati rasa saat berada di sekitar Pos 3 Buntut Lutung. Kaki korban sama sekali tidak bisa digerakkan untuk menopang bobot tubuhnya yang mencapai 145 kg, sehingga perjalanan tidak bisa dilanjutkan.


Begitu menerima sinyal darurat, tim relawan langsung bergerak cepat menerobos hutan menuju titik lokasi korban.


Mengingat karakteristik jalur Gunung Putri yang didominasi oleh tanjakan vertikal dan akar pohon yang terjal, tim harus memutar otak menerapkan strategi khusus secara bertahap.

“Awalnya kita evakuasi dengan digendong menggunakan sarung, namun karena bobot korban besar sehingga dilanjutkan dengan ditandu,” tutur Ali, Jumat (3/7/2026).

Ali mengakui proses evakuasi berjalan sangat menegangkan dan menguras fisik. Para relawan di lapangan harus saling bergantian menggendong dan memikul tandu darurat demi membawa Roby menuruni gunung dengan selamat.

Setelah perjuangan melelahkan selama 6 jam penuh, Roby akhirnya berhasil dibawa ke titik aman untuk segera mendapatkan penanganan medis.

“Karena bobot korban besar sehingga memerlukan waktu lumayan lama. Kami sampai dari jam 15.30 WIB sampai ke Tanah Merah jam 21.00 WIB,” beber Ali.

Di sisi lain, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Agus Deni, menyebut pihaknya sejauh ini belum menerima laporan tertulis secara resmi dari petugas lapangan di wilayah Gunung Putri terkait insiden tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Informasi belum ada update dari petugas. Masih kami telusuri, termasuk kaitan status pendakinya apakah legal atau ilegal,” pungkas Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *