ABNnews – RS Bhayangkara Polda Papua telah merampungkan pemeriksaan visum terhadap jenazah pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin, pada Jumat (3/7/2026) malam.
Hasil visum mengungkap fakta mengerikan, di mana ditemukan luka tembak masuk dengan jarak tempel di bagian pipi kiri korban.
Kepala RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa visum tersebut digelar untuk membantu mengungkap secara ilmiah penyebab kematian pilot asal Amerika Serikat itu agar peristiwa pidana menjadi lebih terang.
Rommy membeberkan alasan mengapa tim dokter forensik tidak melakukan otopsi bedah dalam terhadap jenazah korban.
“Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, otopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi,” kata Rommy, dikutip kompascom (4/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan luar dan radiologi, tim forensik menemukan sejumlah luka fatal pada area kepala Captain Nicholas akibat terjangan peluru serta hantaman benda tumpul.
Berikut rincian hasil visum tim dokter RS Bhayangkara:
* Luka Tembak Masuk Tempel: Ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik contact gunshot wound. Artinya, moncong senjata berada dalam posisi tegak lurus dan menempel langsung pada permukaan kulit saat diletuskan.
* Lintasan Peluru: Peluru menembus masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan, sehingga menyebabkan patah pada tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.
* Kerusakan Dasar Tengkorak: Hasil rontgen (X-ray) memperlihatkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak akibat lintasan peluru tersebut.
* Kekerasan Benda Tumpul: Ditemukan pula luka terbuka pada dahi, kepala, pipi kiri, daerah sekitar telinga kanan, luka lecet pada sisi kanan kepala, serta patah tulang rahang atas kiri dan kanan.
“Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” tegas Rommy.
Gugurnya Captain Nicholas menyisakan duka mendalam. Selama ini, sang pilot dikenal berdedikasi tinggi dalam melayani penerbangan misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah pedalaman Papua yang terisolasi.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas tragedi berdarah ini.
“Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini,” pungkas Yusuf.












