Opini  

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap, Analis: Bukti Jokowi Masih ‘Sakti Mandraguna’

Jokowi. (Foto: istimewa)

ABNnews – Penangkapan mantan Menpora Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa terkait dugaan kasus penyebaran fitnah ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai kental akan dimensi politik.

Langkah hukum ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa pengaruh politik seorang Jokowi di tanah air masih teramat kuat.

Pandangan tersebut dilontarkan oleh Founder Citra Institute, Yusak Farchan. Menurutnya, peristiwa yang menghebohkan publik ini tidak semata-mata bisa dilihat hanya dari kacamata penegakan hukum murni oleh aparat kepolisian.

Meskipun Polda Metro Jaya menegaskan penangkapan keduanya berkaitan erat dengan dugaan tindak pidana fitnah, kasus ini dinilai sensitif karena menyangkut sosok mantan kepala negara.

Pengaruh politik Jokowi dinilai masih sangat besar dan diperhitungkan dalam jagat politik nasional.

“Saya kira ini pukul telak bagi para pengkritik Jokowi yang terus mempersoalkan keaslian ijazah,” ungkap Yusak, dikutip rmol. Sabtu (20/6/2026).

Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) itu menilai, penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa otomatis membentuk persepsi kuat di tengah masyarakat mengenai gurita pengaruh politik yang dimiliki Jokowi.

Selama ini, alih-alih merespons polemik keaslian ijazah secara langsung di ruang publik, Jokowi dinilai lebih mantap menyerahkannya pada mekanisme hukum formal. Langkah ini dipandang sebagai strategi politik yang mematikan bagi para rivalnya.

“Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa menjadi bukti bahwa Jokowi masih sakti mandraguna,” cetus Yusak.

Apabila dibaca dalam perspektif kontestasi politik, Yusak melihat penangkapan kedua tokoh pengkritik tersebut merupakan bagian dari perlawanan balik yang telak terhadap pihak-pihak yang rajin melontarkan tudingan miring.

“Penangkapan Roy dan dr Tifa semakin menambah panjang daftar kemenangan Jokowi dalam berbagai medan pertempuran politik,” tuturnya.

Yusak juga menyoroti bagaimana Jokowi lebih memilih menggunakan instrumen hukum formal untuk melibas serangan politik, ketimbang menempuh cara kasual seperti sekadar memperlihatkan dokumen asli ijazahnya ke hadapan publik. Hal ini sekaligus menegaskan posisi tawar politik sang mantan presiden yang tidak luntur.

“Ditangkapnya Roy dan dr Tifa memperlihatkan bahwa Jokowi masih memiliki relasi kuasa yang kuat dengan pemerintahan saat ini,” pungkas Yusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *