banner 728x250

Siasat PLN EPI Sulap Limbah Cair Sawit Jadi Energi Hijau Penopang Listrik Sumatera

Ilustrasi. (Foto: Icheme)

ABNnews – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tengah menjalankan siasat jitu untuk menyulap limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) menjadi energi hijau berbentuk Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG).

Diversifikasi energi bersih lewat kontrak kerja sama yang dijalin tahun ini ditargetkan menjadi kekuatan baru guna menopang dan memperkokoh sistem kelistrikan di Pulau Sumatera.

Langkah taktis ini membidik potensi jumbo dari limbah perkebunan sawit yang selama ini belum tergarap optimal agar bisa diolah menjadi biometana bernilai ekonomi tinggi.

“PLN EPI itu kan, kita investasi bekerja sama pemilik konsesi perkebunan sawit. Limbahnya, seperti POME kita olah bersama menghasilkan biometana. Biometana itu, bisa diolah menjadi Bio-CNG untuk pembangkit listrik,” ungkap Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, usai menghadiri acara Diseminasi Pengembangan Biometana di Indonesia, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Guna memuluskan siasat tersebut, PLN EPI kini gencar bergerak menggaet ratusan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menjamur di Sumatera Utara (Sumut). PLN EPI mengklaim telah mengantongi mitra teknologi yang andal serta kesiapan finansial yang matang untuk menyongsong transisi energi bersih ini.

Nantinya, pasokan Bio-CNG hasil olahan limbah sawit ini akan dimanfaatkan untuk menyokong kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara.

Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang raksasa mencapai 1.184 MW, yang berkontribusi mengamankan hingga 30 persen kebutuhan listrik di sistem Sumatera bagian utara.

“Kita berharap bisa disambut baik oleh pemain-pemain PKS di Sumatera Utara yang notabene banyak sekali,” cetus Hokkop.

Hokkop membeberkan, hingga kini pihaknya telah mengunci kemitraan strategis dengan PT KIS Biofuels Indonesia. Perusahaan tersebut merupakan pelopor sekaligus pengembang teknologi energi terbarukan yang mahir mengubah limbah cair kelapa sawit menjadi Bio-CNG.

PT KIS Biofuels Indonesia sendiri telah mengolah mandiri limbah cair kelapa sawit berwarna gelap yang kaya senyawa organik—yang jika dibiarkan begitu saja rawan menguap menjadi gas metana berbahaya di udara bebas.

“Tapi kita sama PT KIS karena dia sudah bikin pengolahan sendiri, jadi kita beli Bio-CNG. Lalu kita distribusikan ke pembangkit kita di Belawan,” jelas Hokkop.

Kendati demikian, Hokkop menyebut kerja sama komersial ini baru langkah awal dan belum melibatkan pabrik kelapa sawit secara menyeluruh. Melalui forum diseminasi ini, keran kolaborasi bersama para pengusaha PKS di Sumut diharapkan bisa menggelinding masif mengingat potensinya yang luar biasa besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat sedikitnya 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumut, di mana 237 di antaranya telah dibekali fasilitas pabrik pengolahan kelapa sawit.

“Kalau hitung-hitungan kita katakan misalnya di tahun setelah diterapkan angkanya sangat besar,” tambah Hokkop optimistis.

Upaya keras PLN EPI memacu instrumen energi terbarukan di dalam negeri ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Indonesia dalam mengejar kemandirian energi nasional. Langkah ini menjadi benteng krusial di tengah situasi geopolitik global yang kian memanas dan tidak menentu.

Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai rawan memicu efek domino yang mengancam stabilitas pasokan energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

“Situasi geopolitik saat ini yang semakin rumit akibat perang Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memengaruhi pemenuhan kebutuhan energi kita. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan seluruh dunia merasakan dampak negatif secara langsung,” tegas Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (25/5).

Akibat ancaman serius berupa risiko kelangkaan pasokan bahan bakar minyak mentah dan produk turunannya tersebut, pemerintah bergerak cepat mengamankan jalur pasokan alternatif.

Di lini diplomasi internasional, Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan telah berhasil mengunci komitmen pasokan minyak mentah dari Rusia. Presiden Vladimir Putin menyetujui pengiriman sebanyak 150 juta barel minyak untuk Indonesia pada tahun ini.

“Kesepakatan strategis tersebut sangat penting guna menjamin keamanan pasokan energi di dalam negeri. Perihal ini memastikan stabilitas harga bahan bakar minyak nasional tetap terjaga dengan baik,” pungkas Hashim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *