banner 728x250

Ciliwung Meluap, 22 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir Hingga Selasa Pagi

Pihak kepolisian mengevakuasi warga terdampak banjir di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza.

ABNnews – Banjir kembali mengepung wilayah Jakarta Timur akibat luapan Kali Ciliwung dan curah hujan tinggi sejak semalam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 22 Rukun Tetangga (RT) terendam air dengan ketinggian mencapai nyaris 2 meter di titik tertinggi.

Kondisi ini terpantau hingga Selasa (5/5/2026) pagi, di mana debit air meningkat signifikan di pemukiman warga sejak dini hari tadi.

Kenaikan debit air terjadi sangat cepat sejak Senin (4/5) malam. Di Kelurahan Bidara Cina, tepatnya di RW 003, RW 004, dan RW 011, air yang semula hanya 30 cm meroket hingga ketinggian 175-195 cm pada pukul 06.00 WIB pagi ini.

“Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 06.00 WIB jumlah kecamatan terdampak ada dua, dengan kelurahan terdampak lima, meliputi 11 RW, 22 RT,” ungkap Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan, Selasa (5/5).

Banjir melanda dua kecamatan utama, yakni Jatinegara dan Kramat Jati. Berikut adalah rincian kondisi di beberapa kelurahan terdampak:
* Bidara Cina: Ketinggian air mencapai 175-195 cm.

* Kampung Melayu: Ketinggian air 100-120 cm (terutama di Jalan Kebon Pala II).

* Cawang: Ketinggian air berada di kisaran 40-80 cm.

* Cililitan: Ketinggian air terpantau 40-90 cm.

* Balekambang: Sempat tergenang 30 cm namun saat ini dilaporkan sudah surut.


Meski ketinggian air di beberapa titik sudah mencapai dada orang dewasa bahkan lebih, hingga kini belum ada laporan warga yang mengungsi ke posko darurat. Rangga menyebut warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing.

“Untuk sementara belum ada warga yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air,” jelas Rangga.

BPBD DKI Jakarta terus menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari PPSU, tim TRC BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP, Tagana, hingga Gulkarmat sudah berada di lapangan.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, terutama jika terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi yang dapat kembali memicu kenaikan debit air Kali Ciliwung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *