banner 728x250

Terpengaruh Narkoba dan Film Porno, Remaja di Makassar Tega Begal-Perkosa Siswi SD

Pembunuh siswi SD yang mayatnya ditemukan di rumah kosong di Makassar akhirnya ditangkap. (Dokumen Istimewa)

ABNnews – Kebiasaan buruk mengonsumsi narkoba dan sering menonton film porno berujung petaka di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seorang remaja berinisial IK (19) tega menyergap (begal) hingga memperkosa secara sadis seorang siswi SD berinisial NU yang baru berusia 12 tahun di dalam sebuah rumah kosong setelah hasrat bejatnya terpicu oleh kecanduan tersebut.

“Pelaku merupakan pengguna narkoba dan sering menonton film porno. Kebiasaan buruk tersebut memicu hasrat pelaku hingga akhirnya ia mulai mengincar dan mengamati gerak-gerik korban,” ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Aksi biadab ini bermula saat pelaku mengincar korban yang kebetulan lewat di dekatnya. IK sempat menyuruh bocah malang tersebut untuk membelikan minuman dan makanan. Ketika korban kembali membawa pesanan, pelaku langsung melancarkan aksi nekatnya.

“Ketika kembali lagi ke pelaku, langsung diseret, masuk ke rumah, rumah kosong itu, langsung dibekap mulutnya,” jelas Arya.

Saat diseret, korban sempat melakukan perlawanan sengit. Hal itu memicu amarah pelaku hingga dengan tega menganiaya korban secara brutal di bagian kepala sampai bocah 12 tahun tersebut tak sadarkan diri.

Dalam kondisi korban yang sudah pingsan dan tidak berdaya namun masih hidup, pelaku melampiaskan aksi kekerasan seksualnya.

Siasat biadab IK tidak berhenti sampai di situ. Usai jasad korban ditemukan warga pada Rabu (27/5) pagi, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sadar posisinya terancam, pelaku yang saat itu belum dicurigai mencoba membuat drama keributan untuk mengusir polisi secara halus.

“Dia buat keributan mengejar warga, anak-anak di sana pakai parang,” kata Arya.

Aksi ngamuk menggunakan senjata tajam itu sengaja dirancang pelaku agar fokus aparat terpecah dan segera meninggalkan TKP pembunuhan.

Namun, skenario tersebut justru menjadi senjata makan tuan. Karena dianggap mengancam keselamatan warga, polisi di lapangan langsung meringkus IK bersama parangnya.

“Mungkin mengalihkan perhatian polisi, (jadi) dia diamankan karena bawa parang, berusaha mengecoh,” tambah Arya.

Setelah diamankan oleh petugas akibat keributan tersebut, polisi langsung melakukan pendalaman intensif. Petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku yang mengamuk tepat saat olah TKP kematian siswi SD sedang berlangsung.

Benar saja, setelah diinterogasi lebih lanjut, kedok remaja 19 tahun itu akhirnya terbongkar. Petugas mendapati kenyataan pahit bahwa pria yang membuat keonaran di depan mata mereka adalah pembunuh berdarah dingin yang sedang dicari.

“Saat lagi olah TKP ternyata ada yang ribut-ribut di sana. Yang ribut-ribut di sana ini ternyata pelaku,” pungkas Arya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *