Presiden Prabowo Subianto Utus Empat Menteri Hadiri Milad 10 Tahun PMI Dea Malela di Sumbawa

ABNnews –Presiden Prabowo Subianto berhalangan hadir memberi amanat pada Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Moderen Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) di Sumbawa, 18 Juli 2026. Untuk mewakilinya pada acara tersebut Presiden mengutus empat menteri Kabinet Merah Putih utk mewakilinya.

Keempat menteri tersebut adalah Menko Bidang Hukum dan HAM Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menko Urusan Pangan Dr. Zulkifli Hasan (diwakili Wamenko Dr. Hanif Faisal), Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dan Mendiktisaintek (diwakili Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan). Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’i, yang juga Pembina Yayasan sudah hadir sehari sebelumnya untuk ikut Sujud Syukur bersama seluruh santri dan pendidik.

Menurut Pendiri dan Pengasuh PMI Dea Malela Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, kehadiran empat Menteri Utusan Presiden Prabowo Subianto itu sungguh membahagiakan dan diapresiasi sebagai penawar kerinduan kepada Presiden yang pernah berjanji tiga kali untuk hadir sejak 2023.

Menurutnya, PMI Dea Malela yang didirikan sepuluh tahun lalu dirancang sebagai kawah candradimuka bagi penyiapan kader ilmuwan Muslim yang diharapkan berperan bagi kebangkitan peradaban Islam dunia, khususnya mewujudkan kehidupan Islam berkemajuan di Indonesia.

“Alhamdulillah setelah tujuh kali wisuda SMP dan SMA Dea Malela telah melahirkan seratusan alumni yang sekarang melanjutkan studi di berbagai universitas terkemuka di dalam negeri (UI, IPB, ITS, Unair, Undip, Unsoed, Unbra, Unram, berbagai UIN, dan Universitas Muhammadiyah),” kata Din Syamsuddin.

Dia mengemukakan, alumninya juga sudah merambah mancanegara seperti Russia, Amerika Serikat, Turkiye, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Saudi Arabia, Mesir, dan Kazakhtan). Mereka banyak yang memilih jurusan sains dan teknologi, baik ilmu pengetahuan alam maupun ilmu pengetahuan sosial.

“Hal ini merupakan buah dari Sistem Pendidikan yang holistik dan integratif memadukan semua bidang ilmu dengan ajaran-ajaran Islam,” papar Din Syamsuddin.

Din Syamsuddin selalu meyakinkan santri agar apapun tantangan yang dihadapi semangat belajar dan juang tak boleh kendur.

Prestasi Cemerlang

Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang sebelumnya melantik 130 santri baru, menaruh kebanggaan atas prestasi PMI Dea Malela yang berusia muda namun mengukir prestasi cemerlang. Dengan nada berkelakar, Sang Kiyai-Menteri berujar PMI Dea Malela adalah lembaga pendidikan “Berkualitas Global, Bertarif Lokal”.

Abdul Mu’ti memberi apresiasi pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembentukan karakter yg sangat diperlukan bangsa utk menghadapi masa depan. Ia menegaskan bahwa yg penting adalah bukan it is not about who you are, but what do you want to be (siapa kamu, tapi kamu mau jadi apa).

Lebih lanjut Abdul Mu’ti, menteri, yang terkenal dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu, mendorong para santri/siswa utk mengubah diri dari baik menjadi hebat (from good to great).

Pesantren yang berlokasi di pelosok dusun di Pulau Sumbawa dengan kampus di perbukitan sejuk dan pemandangan indah dijuluki sebagai Lembah Peradaban (The Valley of Civilization).

Jalan Rusak Berat

Menko Yusril Ihza Mahendra di awal sambutannya berharap PMI Dea Malela terus berkembang maju mencetak sumber daya insani yang berkualitas bagi kemajuan peradaban masa depan.

Yusril juga berpesan agar santri PMI Dea Malela dapat menjadi warga negara yg taat hukum dan mewujudkan Indonesia sebagai negara berdasarkan hukum.

Rombongan Utusan Presiden yang datang ke Sumbawa dengan pesawat khusus, langsung pulang setelah menempuh Jalan Provinsi sejarak 49 km. Jalan ini rusak berat dengan lobang-lobang besar yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemprov NTB.

Nadzar Lendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *