ABNnews – Warga di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) belakangan ini harus ekstra sabar menghadapi cuaca yang sangat menyengat. Panas terik bukan main ini dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di aplikasi Google Weather selama dua hari terakhir, suhu di Jakarta sudah menembus angka di atas 30 derajat Celsius. Bahkan, real-feel atau suhu yang dirasakan tubuh manusia mencapai 34 hingga 35 derajat Celsius.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa memang terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di wilayah Jabodetabek.
Prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, membeberkan bahwa suhu maksimum di beberapa titik terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius. Wilayah Jakarta Utara menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup terasa.
“Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu terasa cukup terik,” kata Rira, Senin (27/4).
BMKG menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat cuaca di Jabodetabek terasa seperti sedang di dalam “oven”:
* Posisi Matahari: Matahari sedang berada di sekitar khatulistiwa, membuat intensitas penyinaran di wilayah Indonesia berada pada titik maksimum.
* Minim Tutupan Awan: Langit yang cenderung cerah membuat radiasi matahari langsung menghantam permukaan Bumi tanpa hambatan awan.
* Dominasi Angin Timuran: Adanya angin dari arah Australia yang bersifat kering. Angin ini menghambat pembentukan awan, khususnya di wilayah selatan ekuator, termasuk Jabodetabek.
Rira menegaskan bahwa fenomena panas yang terjadi saat ini bukanlah dampak dari El Nino. Kondisi yang dirasakan warga saat ini murni merupakan dinamika cuaca musiman yang wajar terjadi.
Menurut prediksi BMKG, cuaca panas dan terik ini masih akan berlangsung hingga awal Mei mendatang, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.
Mengingat cuaca yang kurang bersahabat, masyarakat diminta untuk lebih waspada menjaga kesehatan. Berikut tips menghadapi panas ekstrem:
1. Kurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari saat matahari terik.
2. Gunakan pelindung seperti topi atau payung jika terpaksa beraktivitas di luar.
3. Perbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi.













