banner 728x250

Kebakaran Mencekam 7 Jam di Kemayoran Gempol: 3 Warga Luka, Ratusan Rumah Jadi Arang

Kebakaran di Kemayoran Jakpus (Foto: BPBD DKI Jakarta)

ABNnews – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Peristiwa mencekam yang berlangsung selama 7 jam tersebut mengakibatkan 3 orang warga mengalami luka-luka dan memaksa ratusan rumah tinggal beralih rupa menjadi arang.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) DKI Jakarta dilaporkan harus berjibaku semalaman suntuk demi menjinakkan si jago merah.

Berdasarkan data dari posko kedaruratan, informasi awal musibah ini diterima pada Senin (1/6) malam sekitar pukul 20.55 WIB, di mana operasi lokalisir api langsung digeber sepuluh menit kemudian pada pukul 21.05 WIB. Api baru dinyatakan padam sepenuhnya pada Selasa (2/6/2026) dini hari pukul 04.15 WIB.

“Situasi/status kebakaran: pemadaman selesai,” tulis keterangan resmi dari Command Center Damkar DKI Jakarta, Selasa (2/6/2026). “Pengerahan unit/personel akhir sebanyak 35 unit dengan kekuatan mencapai 175 personel,” tambahnya.

Imbas dari besarnya kobaran api, 3 orang warga sekitar dilaporkan menderita luka-luka dan harus dievakuasi secara kilat ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis intensif.

“Korban luka, 3 orang dengan perincian 2 orang di RS Hermina Kemayoran dan 1 orang dirujuk ke RSCM,” ungkap Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiyansyah saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.

Mengenai pemicu amukan api yang meratakan permukiman tersebut, Kompol Agung menyebut dugaan awal mengarah pada masalah instalasi kelistrikan salah satu bangunan. Kendati demikian, polisi belum bisa membeberkan kronologi detail maupun taksiran total nilai kerugian materiil di lapangan.

“Penyebab kebakaran diduga dari korsleting arus listrik,” jelas Agung singkat.

Dampak dari bencana ini terbilang masif. Sedikitnya ada 250 unit rumah tinggal warga yang dilaporkan hangus terbakar tanpa sisa. Sebanyak 330 Kepala Keluarga (KK) pun kini harus kehilangan tempat berteduh dalam sekejap.

Guna menampung dan mendata para korban terdampak, pemerintah langsung bergerak taktis menyiapkan titik lokasi pengungsian darurat di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan seluruh fasilitas dasar bagi pengungsi kini tengah disiapkan masif dengan sokongan lintas sektoral.

“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” tutur Safrizal dilansir Antara.

Pantauan di lokasi pengungsian, tiga unit tenda darurat berukuran besar milik Dinas Sosial DKI Jakarta sudah berdiri kokoh. Berbagai kendaraan taktis pengangkut logistik dari PMI hingga BPBD juga terpantau sudah merapat di lokasi bencana.

Saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan pendataan dinamis terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal. Area terdampak dilaporkan mencakup wilayah administratif dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta wilayah RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *