ABNnews – Dalam momentum Hari Standar Dunia (World Standards Day), PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan standardisasi global dalam seluruh lini bisnisnya. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatakan bahwa seluruh Subholding Pertamina kini telah mengadopsi berbagai standar internasional yang ditetapkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) organisasi global yang diikuti lebih dari 160 negara.
“Pertamina memiliki komitmen kuat untuk memperkuat tata kelola bisnis dengan menyesuaikan diri pada standar global. Kami sudah menerapkan ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) dan ISO 22301:2019 (Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis) di seluruh Subholding,” jelas Fadjar dalam keterangan resmi, Senin (13/10/2025).
Fadjar menegaskan, penerapan standar global memastikan layanan energi Pertamina tetap berjalan meski terjadi insiden atau bencana. Evaluasi dan pemantauan rutin juga terus dilakukan oleh lembaga standardisasi internasional agar implementasinya selalu sesuai pedoman yang berlaku.
Selain dua ISO utama tersebut, Pertamina juga memperkuat praktik Good Corporate Governance (GCG) melalui penerapan ISO 37002:2021 yang mendukung sistem Fraud Whistleblowing Management System, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan pencegahan kecurangan.
Tak hanya soal tata kelola, Pertamina juga menaruh perhatian besar pada aspek lingkungan, kualitas, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Fadjar menjelaskan, perusahaan telah membentuk Sistem Manajemen HSSE Pertamina (SUPREME) yang disusun berdasarkan regulasi nasional maupun standar internasional.
SUPREME mengacu pada berbagai pedoman seperti Sistem Manajemen Lingkungan (SML), SMK3, Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) sesuai Peraturan Kapolri No. 24/2007, dan PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Secara global, Pertamina juga mengadopsi sederet standar internasional seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 27001, ISO 28000, ISO 31000, ISO 39001, ISO 45001, hingga ISO 50001.
Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan kesesuaian penerapan standar di seluruh unit bisnis, termasuk dalam hal pengelolaan energi berkelanjutan.
“Dalam standardisasi pengelolaan energi, Pertamina telah melaksanakan prinsip ISO 50001:2018, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dan meningkatkan kinerja energi secara berkelanjutan,” tutur Fadjar.
Sebagai pemimpin transisi energi nasional, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui berbagai inovasi yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
“Pertamina terus memastikan seluruh aktivitas bisnisnya dijalankan dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab global,” pungkas Fadjar.













