ABNnews –Film yang berjudul “Empat Musim Pertiwi” atau “Four Seasons in Java”, merupakan sebuah film hasil dari karya sutradara dan penulis Kamila Andini.
Selain itu, film tersebut juga akan ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026, yang dijadwalkan berlangsung dari 10 sampai 20 September di Kanada.
Menurut siaran pers di laman resmi festival yang dikutip pada Senin (10/8). film “Four Seasons in Java” masuk dalam daftar film pilihan resmi untuk Centrepiece Programme edisi 2026 dalam Festival Film Internasional Toronto ke-51.
Daftar film dalam program Centrepiece edisi 2026 mencakup 54 film karya sineas yang mewakili 54 negara termasuk Indonesia, Thailand, Australia, Kanada, Kolombia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Italia, dan Meksiko.
Rumah produksi Forka Films dalam siaran persnya pada Senin menyampaikan bahwa film “Empat Musim Pertiwi” menyajikan drama psikologis, fiksi ilmiah, realisme magis, dan misteri.
Kamila memilih Gunung Bromo sebagai latar utama film untuk menampilkan pemandangan alam yang kontras dengan perjalanan batin tokoh utama Pertiwi, yang merasa terasing saat kembali ke kampung halamannya setelah selama lebih dari satu dekade dipenjara.
“Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya — alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif,” kata Kamila Senin (10/8/2026), dilansir dari Antara.
Produser Ifa Isfansyah menyampaikan bahwa tim produksi sudah menggagas pemilihan Bromo sebagai latar tempat sejak awal proses kreatif pembuatan film pada 2017.
“Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum ‘Gadis Kretek’ atau ‘Yuni’,” katanya.
Forka Films bekerja sama dengan mitra dari dalam dan luar negeri dalam memproduksi film “Empat Musim Pertiwi.”
Selain melibatkan mitra dalam negeri seperti Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros, penggarapan film itu didukung oleh mitra dari Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura.
Film yang dibintangi oleh pemeran ternama seperti Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim itu dijadwalkan ditayangkan di bioskop dalam negeri mulai 8 Oktober 2026.
Sebelum “Empat Musim Pertiwi”, film panjang kedua Kamila yang berjudul ”The Seen and Unseen” ditayangkan perdana di Toronto International Film Festival 2018.
Film itu juga memperoleh penghargaan dalam ajang Asia Pacific Screen Awards 2018, Tokyo Filmex 2018, dan Berlinale Generation Kplus 2018.
Setelah itu, film garapan Kamila yang berjudul “Yuni” memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021.
Nadzar Lendi












