ABNnews – Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Kedatangan Presiden di bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1914 ini disambut riuh dan histeris oleh para pengunjung hingga pelajar yang memadati area lobi stasiun.
Dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Ketiban Kepala Negara disambut langsung oleh Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin.
Usai mendengarkan paparan dari Dirut KAI mengenai perkembangan revitalisasi serta volume penumpang, Prabowo langsung berjalan menyapa warga.
Suasana seketika riuh saat Prabowo menghampiri, bersalaman, dan berinteraksi dekat dengan para siswa serta pengunjung umum yang telah menunggunya di lobi stasiun.
Dalam agenda peresmian wajah baru stasiun bersejarah ini, Prabowo tampak didampingi oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara.
Tampak hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Proyek revitalisasi tahap pertama Stasiun Tawang ini dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Mengingat statusnya sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi melibatkan ahli cagar budaya demi menjaga nilai historis sesuai UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Adapun pemugaran tahap pertama melingkupi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, hingga peningkatan sistem drainase untuk mencegah genangan dan banjir saat musim hujan.
Sebagai stasiun kelas besar tipe A, Semarang Tawang melayani mayoritas perjalanan kereta api penumpang di Kota Semarang.
Sepanjang Semester I tahun 2026, stasiun ini mencatatkan kinerja impresif dengan menempati peringkat ke-4 stasiun tersibuk di Indonesia.
Tercatat ada lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan mencapai 99,45 persen.
Selain peran strategisnya di sektor transportasi, Stasiun Semarang Tawang memegang nilai sejarah nasional yang tebal. Stasiun ini menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945, serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno saat perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.












