Prabowo Sebut Luas RI Setara Eropa tapi Cuma Punya 1 TNI: Kita Harus Terus Bangun Kekuatan!

Foto: Prabowo saat memberikan amanat di HUT ke-81 TNI, Senin (5/10/2026). (Dok. YouTube Setpres)

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya Indonesia untuk terus memperkuat militer dan membangun kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pasalnya, bentangan wilayah Indonesia yang begitu membentang sangat luas sebanding dengan Benua Eropa yang dihuni lebih dari 30 negara, sementara Indonesia hanya ditopang oleh satu TNI.

“Kita juga akan terus membangun kekuatan kita,” ujar Prabowo dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Prabowo membeberkan bahwa Indonesia merupakan negara megah dengan wilayah laut yang sangat membentang, ribuan pulau, garis perbatasan yang panjang, serta dipenuhi berbagai objek vital strategis yang wajib dijaga ketat.

Guna menggambarkan betapa masifnya tanggung jawab pertahanan tersebut, Kepala Negara membandingkan bentangan Nusantara dengan kawasan Eropa yang memiliki puluhan negara dan angkatan perang sendiri.

“Mereka punya 30 angkatan perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu TNI,” tegas Prabowo.

Prabowo pun menyadari betul tantangan berat yang berada di pundak para prajurit. Kendati demikian, ia optimistis jajaran TNI sanggup mengemban amanah besar tersebut demi menjaga seluruh kekayaan dan rakyat dari Sabang sampai Merauke, serta dari Miangas hingga Pulau Rote.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang damai namun tegas. Indonesia tidak berniat mengganggu negara mana pun, tetapi tidak akan tinggal diam jika diusik. Menurutnya, benteng pertahanan TNI dibangun murni untuk membela diri dan melindungi rakyat.

Apalagi, kata Prabowo, kondisi geopolitik dunia saat ini diselimuti gejolak dan ketidakpastian. Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak hanya berwujud serangan fisik, tetapi sudah merambah ke ranah siber, disinformasi, penyebaran berita bohong, hingga praktik penyelundupan kekayaan negara.

“Tugas saudara berat, tapi saya yakin saudara mampu,” tutur Prabowo.

Menghadapi tantangan modern tersebut, Prabowo meminta seluruh jajaran TNI untuk terus menyesuaikan diri, giat belajar, serta berlatih agar menjadi institusi yang profesional, responsif, modern, inovatif, adaptif, dan menguasai teknologi terkini.

Secara khusus, Presiden juga menekankan agar sistem pembinaan karier di tubuh TNI harus berorientasi pada pencapaian dan kinerja.

“Sistem di TNI harus berbasis prestasi, bukan sekadar senioritas,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *