Gandeng Raksasa Biofarmasi China, Tempo Scan (TSPC) Siap Produksi Obat Kanker Hingga Diabetes!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Ceremony of the Establishment of PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI) di Jakarta, Jumat (24/07).

ABNnews — Langkah strategis memperkuat kemandirian obat-obatan nasional terus terakselerasi melalui kerja sama antara PT Tempo Scan Pacific Tbk dengan raksasa biofarmasi China, Sino Biopharmaceutical Group (CTTQ), yang secara resmi membentuk PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI) untuk memproduksi obat kanker hingga diabetes di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik joint venture ini dan menyebut kepercayaan investor global terhadap prospek perekonomian serta iklim investasi Indonesia makin solid.

“Saya ucapkan selamat, dan keberhasilan PT Tempo Scan menggandeng Sino Bio Farmasi (Sino Biopharmaceutical Group), ini merupakan hal yang luar biasa dan juga ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek perekonomian di Indonesia. Joint Venture dengan Chia Tai Tianqing Farmasi (Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group)-CTTQ ini tepat waktu, karena Bapak Presiden selalu mengharapkan kita punya kemandirian di bidang obat-obatan,” ujar Menko Airlangga dalam Ceremony of the Establishment of PT TCBI di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Menko Airlangga mengungkapkan, kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan biofarmasi nasional untuk penyakit kritis seperti onkologi (kanker), penyakit hati (liver), diabetes, pernapasan, hingga antiinfeksi.

Selain itu, kemitraan ini mendorong produksi lokal produk biologis tinggi seperti antibodi monoklonal, biosimilar, protein rekombinan, sitokin, serta insulin biologis yang selama ini masih sangat bergantung pada impor.

“Dan harapannya, dengan biofarmasi ini, kita punya tambahan kemandirian di bidang obat-obatan yang selama ini bergantung kepada impor, dan tentunya obat-obat yang akan diproduksi ini termasuk obat-obat impor yang relatif mahal,” tegas Airlangga.

Sinergi ini juga menjadi cetak biru transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta efisiensi rantai pasok industri kesehatan nasional secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga turut mengapresiasi pencapaian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang baru saja diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai WHO-Listed Authority (WLA).

Pengakuan ini menempatkan BPOM di dalam jajaran 10 besar regulator obat terbaik dunia dari 41 otoritas di 39 negara. Capaian ini makin memperkuat kredibilitas standar obat buatan dalam negeri di mata pasar internasional.

Sebab itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengamini bahwa gabungan kapabilitas manufaktur kuat milik Tempo Scan dengan variasi produk dari CTTQ menjadi dorongan masif bagi ketahanan industri kesehatan RI.

“Tadi Bapak Menko sudah jelaskan, bahwa ini akan menambah kemandirian produksi karena manufacturing-nya di Grup Tempo dan produknya dari Grup CTTQ. Kolaborasi ini menjadi contoh kemitraan yang sangat strategis,” tutup Haryo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *