Euforia Persija Bak Juara Liga Champions!

Pesepak bola Persija Jakarta Denis Kolinger merayakan gol rekannya Ivan Mamut saat bertanding melawan Persib Bandung pada pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 12 September 2026. Persija Jakarta menang dengan skor 2-1. (Antara/Fauzan)

ABNnews – Perayaan besar-besaran skuad Persija Jakarta usai menaklukkan Persib Bandung 2-1 pada pekan kedua Super League 2026-2027 menjadi sorotan pelatih Maung Bandung, Igor Tolic.

Tolic menilai euforia kemenangan Macan Kemayoran di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terasa amat meledak-ledak layaknya sebuah tim yang baru saja memenangi partai final Liga Champions.

Pertandingan sengit tersebut digelar di SUGBK, Jakarta, Sabtu (12/9/2026) sore WIB. Gol Ivan Mamut pada menit ke-90+5 menjadi pembeda sekaligus penentu kemenangan dramatis Persija atas rival abadi mereka.

Persija lebih dulu memimpin melalui gol Alexander Jeremejeff pada menit ke-41, sebelum Persib menyamakan kedudukan lewat Balsa Sekulic di menit ke-81.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, gol telat Mamut memicu gemuruh luar biasa di stadion hingga sejumlah suporter The Jakmania turun dari tribun untuk memeluk para pemain.

Pemandangan euforia yang emosional di atas lapangan tak lepas dari perhatian Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia itu memberikan komentar menggelitik terkait selebrasi tim tuan rumah.

“Bagi mereka (Persija), ini layaknya final Liga Champions. Sudah lama mereka tidak menang dari kami,” kata Igor Tolic dalam konferensi pers pascalaga, Sabtu (12/9/2026).

Meski melemparkan sindiran halus, mantan asisten Bojan Hodak ini secara sportif tetap mengucapkan selamat dan mengakui Persija tampil lebih baik.

“Tetapi hari ini mereka sedikit lebih beruntung dan pantas untuk menang. Jadi, selamat untuk mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, Tolic tidak menyembunyikan rasa kecewanya terhadap penampilan para pemain Persib yang dinilainya tampil di bawah performa akibat tekanan puluhan ribu suporter lawan.

“Ya, saya rasa hari ini tidak ada seorang pun yang boleh merasa puas dengan penampilan siapa pun. Anda tahu, kesalahan itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja,” tegas Tolic.

Ia menyoroti minimnya koordinasi dan skema saling bantu di lini pertahanan saat menerima gempuran lawan.

“Setiap pemain bisa bermain bagus, melakukan penyelamatan, saling membantu dengan cepat. Hari ini, ada sekitar tiga kali kami tidak melakukannya. Sekitar tiga kali mereka punya peluang mencetak gol, meski kami sempat berhasil mengantisipasinya. Jadi ya, menurut saya secara keseluruhan, tidak ada hal bagus yang keluar dari permainan kami hari ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *