Resmi Dibangun di Karimun, Intip Proyek Raksasa FPSO Gas US$ 11,8 Miliar Penopang Target 2030

Foto dok Kementerian ESDM

ABNnews — Pembangunan fasilitas kunci Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari dalam proyek gas raksasa North Hub Development bernilai US$ 11,8 miliar resmi dimulai di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, sebagai penopang utama pencapaian target produksi migas nasional 2030.

Proses dimulainya konstruksi ditandai dengan pemotongan baja pertama (first steel cutting) bagian topside di galangan kapal Karimun, Kamis (23/7/2026). Proyek ini ditargetkan mampu memproduksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat pada kuartal IV 2028, sekaligus membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa produksi dari proyek North Hub digadang-gadang menjadi mesin penggerak utama untuk mengejar target produksi nasional tahun 2030 yang ditetapkan pemerintah, yakni 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

“Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030 yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari,” ujar Djoko di Tanjung Balai Karimun.

North Hub Development Project merupakan integrasi pengembangan dua lapangan hulu migas ultra-dalam, yaitu Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.

Dari total nilai investasi proyek sebesar US$ 11,8 miliar, sekitar US$ 2,9 miliar di antaranya dikucurkan khusus untuk pembangunan kapal FPSO Bahtera Haluan Lestari.

Menurut Djoko, besarnya nilai investasi ini membuktikan sektor hulu migas Indonesia masih sangat atraktif bagi investor global. Keterlibatan industri fabrikasi lokal dalam pengerjaan fasilitas berteknologi tinggi ini juga menegaskan kapabilitas industri dalam negeri.

“North Hub Development Project Selat Makassar merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas yang pengembangannya tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri. Pengembangan proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eni North Ganal Ltd, Mirko Araldi, menegaskan komitmen penuh untuk merampungkan target produksi perdana pada 2028 mendatang.

Ia menyebut keberhasilan proyek hingga memasuki fase konstruksi fisik ini merupakan buah kolaborasi erat dari berbagai pihak demi menjamin keandalan pasokan energi nasional.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dipastikan akan terus mengawal percepatan pengembangan lapangan migas strategis ini, mengingat komoditas gas bumi memegang peran kunci sebagai energi transisi. Keberhasilan dan ketepatan waktu proyek North Hub akan menjadi pilar utama ketahanan energi Indonesia di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *