ABNnews – Misteri identitas mayat perempuan yang ditemukan membusuk di dalam mobil Toyota Innova hitam di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya akhirnya terkuak.
Korban dipastikan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50).
Kepastian identitas ini dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya. Meski kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut, pihak keluarga meyakini bahwa jasad di dalam mobil dinas plat merah bernomor polisi M 1090 GP tersebut adalah RYS.
Menurut Risang, keluarga terakhir kali bertemu dengan RYS pada Kamis (18/6/2026) saat korban berangkat kerja seperti biasa menaiki mobil dinas tersebut. Korban sempat mengabarkan tidak pulang karena ada rapat, namun mendadak hilang kontak sejak Sabtu siang.
“Hari Kamis berangkat seperti biasa. Jumat masih video call dengan adiknya, masih teleponan dengan anaknya, ada chatting dengan suaminya. Sabtu pagi masih chatting. Sabtu siang sudah tidak bisa dihubungi,” kata Risang, Kamis (25/6/2026).
Kematian RYS menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Risang membeberkan sejumlah kejanggalan yang sangat mencolok, salah satunya terkait posisi jasad korban saat pertama kali ditemukan di dalam mobil.
RYS tidak berada di kursi pengemudi, melainkan berada di jok penumpang depan sebelah kiri. Fakta ini memicu dugaan kuat adanya keterlibatan orang lain yang menyetir mobil tersebut.
“Yang ditemukan di jok penumpang tempat sebelah kiri. Artinya ada dugaan ada seseorang yang di dalam mobil itu juga. Dari pihak keluarga, kami juga meyakini tidak ada keperluan apa-apa di tempat itu (bandara). Jadi itu memang oleh orang yang membawa, memang sengaja dibuang di situ saja,” tegas Risang.
Selain itu, korban diketahui tidak memiliki riwayat konflik dengan siapa pun. Terkait kondisi kesehatan, korban hanya memiliki riwayat penyakit lambung akut yang kerap kambuh jika kelelahan, bukan penyakit berat yang memerlukan pengobatan intensif setiap hari.
Lantaran jasad korban sudah mengalami pembusukan lanjut saat dievakuasi, pemeriksaan secara kasat mata belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian, termasuk untuk membedakan lebam mayat atau lebam akibat kekerasan.
“Kondisi jenazah sudah pembusukan lanjut. Kita belum bisa membedakan itu lebam mayat atau lebam karena kekerasan. Jadi biar nanti dokter saja yang beri kesimpulan,” tambah Risang.
Pihak keluarga menaruh harapan besar pada penyelidikan polisi. Apalagi, sejumlah barang bukti penting seperti ponsel milik korban dan barang-barang pribadi lainnya di dalam mobil sudah diamankan oleh penyidik Polresta Sidoarjo.
Di sisi lain, Aparat Polresta Sidoarjo bersama Tim Inafis dan Polsek Sedati langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi area sekitar penemuan mobil. Jenazah korban sendiri telah dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk proses autopsi.
“Kami masih melakukan identifikasi dan anggota masih ke TKP lakukan lidik,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko.
Jasad RYS pertama kali ditemukan oleh sejumlah driver taksi online yang tengah mangkal pada Rabu (24/6) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Para sopir menaruh curiga karena mobil Innova hitam tersebut mengeluarkan bau menyengat dan menetaskan cairan tak lazim dari bagian bawahnya.
Saat diintip dari kaca jendela, korban ditemukan dalam posisi duduk bersandar kaku, mengenakan baju kuning dan berjilbab. Mobil dinas itu sendiri diduga sudah terparkir di area bandara selama empat hari.
Pihak manajemen Bandara Juanda menyatakan mendukung penuh proses investigasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap kasus ini.












