ABNnews – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akhirnya turun tangan mengusut tuntas insiden mati lampu massal alias blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera beberapa hari lalu.
Korps Bhayangkara menegaskan tidak menemukan adanya indikasi sabotase dalam peristiwa tersebut.
Mati totalnya aliran listrik di bumi swarnadwipa itu dipastikan murni akibat hantaman faktor teknis dan cuaca.
“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” tegas Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, dikutip detikcom, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan intensif sementara, petaka blackout dipicu oleh faktor teknis yang diperparah dengan cuaca ekstrem di lapangan. Kondisi alam yang buruk tersebut memicu gangguan fatal pada jalur transmisi kelistrikan utama penyuplai arus.
Jenderal bintang dua ini pun mengimbau agar masyarakat Sumatera tidak larut dalam keresahan. Ia meminta publik tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi liar yang belum jelas kebenarannya, termasuk narasi-narasi menyesatkan yang beredar di media sosial.
Nunung kemudian membeberkan bukti konkret secara ilmiah yang mematahkan rumor sabotase oleh oknum tertentu. Hal itu terlihat jelas dari kondisi kerusakan fisik pada jaringan kabel yang putus.
“Kenapa kami bisa pastikan kalau ini bukan sabotase, karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat berbentuk serabut, kalau itu sabotase pasti potongannya lebih rapi,” papar Nunung gamblang.
Meski indikasi sabotase gugur, Bareskrim tidak mau gegabah. Guna menyusun kronologi utuh, penyidik dilaporkan telah memeriksa sejumlah saksi kunci yang berkaitan erat dengan pengelolaan dan pengawasan jalur transmisi tersebut saat malam kejadian.
Polri memastikan seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebagian wilayah Sumatera mendadak lumpuh dan mengalami blackout massal pada Jumat (22/5/2026) malam lalu. Pemadaman listrik total dalam durasi yang cukup lama tersebut sempat mengakibatkan sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera gelap gulita.













