banner 728x250

Gebrakan Baru Bisnis PELNI: Jadi Agen Resmi Kapal Pesiar Dunia Demi Dongkrak Turis Bahari

Foto dok PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero)

ABNnews – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) sukses pamer taji di kancah internasional. Melalui lini layanan keagenan kapal (ship agency), BUMN pelayaran ini berhasil mengawal penuh operasional kapal pesiar mewah berbendera Bahamas, MV Odyssey, selama menjelajahi keindahan bahari Indonesia.

Kapal pesiar raksasa berukuran 24.344 Gross Tonnage (GT) dengan panjang mencapai 194 meter ini mengangkut sebanyak 274 penumpang. MV Odyssey tercatat pertama kali memasuki teritorial Indonesia melalui Pulau Komodo pada 25 April 2026, setelah bertolak dari Dili, Timor-Leste.

Selama berselancar di perairan Nusantara, MV Odyssey menjajaki sejumlah pelabuhan utama, mulai dari Pelabuhan Benoa di Denpasar, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, hingga Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang.

Guna memastikan kenyamanan para pelancong mancanegara tersebut, PELNI menggelar karpet merah lewat layanan full port agency. Layanan ini mencakup pengurusan dokumen kapal bersama instansi terkait, penyediaan paket wisata eksklusif di Pulau Komodo, hingga fasilitas shuttle bus bagi penumpang di Surabaya dan Semarang.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menegaskan, suksesnya operasional MV Odyssey menjadi bukti sahih kesiapan PELNI dalam memberikan layanan keagenan kapal yang profesional, tak hanya bagi armada domestik tapi juga internasional.

“Kami siap memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pengurusan dokumen, kebutuhan operasional kapal, hingga layanan hospitality bagi penumpang, sehingga aktivitas kapal pesiar internasional selama berada di Indonesia dapat berjalan lancar, aman dan tepat waktu,” ujar Ditto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Bukan sekadar urusan sandar kapal dan pariwisata, PELNI juga unjuk gigi dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan. PELNI menggandeng PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) untuk menangani pembuangan limbah air bersih bekas pakai (greywater) dari MV Odyssey sebanyak 400 ton saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Langkah ini diambil demi memastikan operasional kapal pesiar asing tersebut tetap mematuhi regulasi lingkungan dan standar layanan pelabuhan internasional yang ketat.

Ditto menambahkan, ke depan PELNI akan terus tancap gas memperkuat kapabilitas dan kualitas layanan logistik serta operasional guna menjaring lebih banyak kapal pesiar dunia singgah ke tanah air.

“Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus memperkuat layanan full port agency. Kami siap menjadi mitra strategis bagi industri kapal pesiar untuk mendukung target pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian nasional,” cetus Ditto.

Lewat komitmen pengembangan layanan agency yang profesional dan efisien ini, PELNI optimis mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang semakin kompetitif dan diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *