ABNnews – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia blak-blakan mengaku menjadi bahan candaan hangat oleh anak-anaknya di rumah.
Hal ini terjadi menyusul viralnya lagu jenaka bertajuk My Little Bolu Ketan yang menyelipkan lirik “MBG Mas Bahlil Ganteng” di media sosial.
Mengaku penasaran setengah mati dengan sosok di balik lagu tersebut, Bahlil kini berburu sang pencipta untuk diajak makan bersama.
Sambil berkelakar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menceritakan momen kocak saat dirinya mendadak jadi korban ceng-cengan keluarganya sendiri saat sedang berada di luar negeri.
“Saya lagi ibadah umrah, pagi-pagi bangun, anak saya saja ketawain saya, ‘Bapak MBG’,” seloroh Bahlil sembari tertawa saat berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dikutip dari unggahan akun Instagram @raffinagita1717, Sabtu (30/5/2026).
Bahlil mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik terciptanya lagu yang dinilai sangat menghibur tersebut. Karena rasa penasaran yang sudah membubung tinggi, ia sampai menodong Raffi Ahmad untuk membantunya melacak sang kreator.
“Saya sendiri enggak tahu dan itu alami sekali. Saya sendiri penasaran ini siapa yang buat. Jadi kalau boleh, Fi (Raffi), bisa temukan, saya pengen sekali ketemu, Fi,” cetus Bahlil.
Tak main-main, mantan Kepala BKPM ini bahkan sudah menyiapkan rencana matang jika sang pembuat lagu berhasil ditemukan. Ia berniat mengundang yang bersangkutan untuk sekadar mengobrol santai dibalut jamuan makan bersama.
“Adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang, kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan, karena penasaran juga saya,” tuturnya menambahkan.
Meski namanya dijadikan objek rekayasa lagu yang viral di berbagai platform digital, Bahlil menegaskan dirinya sama sekali tidak baper (bawa perasaan).
Sebaliknya, ia justru mengapresiasi tinggi daya kreativitas anak-anak muda zaman sekarang dalam mengekspresikan diri di dunia virtual.
“Tetapi saya menghargailah kreativitas orang-orang ya, anak-anak muda sekarang itu,” puji Bahlil.
Kendati demikian, ia tetap menyelipkan wejangan penting bagi para peselancar dunia maya.
Ia mewanti-wanti agar kebebasan berekspresi di media sosial tetap dijaga dalam koridor yang bijak, terukur, serta bersih dari unsur SARA yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Teman-teman ya, cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, socmed ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh jangan sampai masuk di SARA, karena apa? Itu akan memicu soliditas kita sesama anak bangsa,” tegasnya memaparkan batas etika digital.
Bagi Bahlil, menjadi pusat perhatian sekaligus bahan guyonan kreatif masyarakat merupakan salah satu konsekuensi logis yang wajib ditelan sebagai seorang pejabat publik. “Ya risiko pejabat publik harus menerima semuanya,” pungkasnya legawa.
Sebagai informasi, lagu MBG Mas Bahlil Ganteng belakangan ini mendadak viral dan jamak digunakan netizen sebagai backsound konten video kreatif mereka.
Usut punya usut, lagu tersebut diduga kuat tidak diracik oleh komposer manual, melainkan lahir dari hasil kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) generatif musik.













