banner 728x250

Butuh Ratusan Pelaut Baru, PELNI Genjot Rekrutmen Lewat Skema ‘Campus Hiring’

FOTO DOK PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero)

ABNnews – Demi menyaring talenta maritim terbaik, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menggenjot program rekrutmen terbuka dan skema campus hiring.

Langkah jemput bola ke berbagai sekolah serta kampus pelayaran di Indonesia ini diambil untuk memenuhi kebutuhan ratusan tenaga pelaut baru sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas bagi generasi muda di sektor maritim.

Menilik data riil per April 2026, total pegawai PELNI saat ini tercatat sebanyak 4.304 orang. Roda operasional BUMN pelayaran ini memang bertumpu pada tenaga pelaut sebagai garda terdepan, di mana jumlah pegawai lautnya mendominasi hingga 3.009 orang atau sekitar 70 persen. Sementara itu, untuk posisi pegawai darat tercatat sebanyak 1.295 orang atau sekitar 30 persen.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menegaskan bahwa tensi kebutuhan tenaga pelaut di perusahaannya saat ini masih tergolong sangat tinggi. Hal tersebut demi menyokong kelancaran operasional armada kapal penumpang maupun kapal non-PSO (komersial) yang dikelola perusahaan.

“PELNI masih membutuhkan ratusan tenaga pelaut untuk berbagai posisi, baik perwira maupun bintara, yang akan ditempatkan di kapal PSO dan non-PSO. Pemenuhannya dilakukan secara bertahap melalui rekrutmen terbuka, campus hiring, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan,” ungkap Ditto kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Ditto menambahkan, lowongan besar-besaran ini terbuka lebar bagi lulusan baru (fresh graduate), tenaga berpengalaman, hingga mahasiswa semester akhir lewat program beasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan korporasi.

Adapun formasi yang disiapkan mencakup lintas bidang. Mulai dari nautika, teknika, rating, ketatalaksanaan laut dan kepelabuhanan (KLK), administrasi umum, hingga lulusan lembaga pelatihan kerja.

Untuk penempatan di atas kapal, PELNI tetap mengedepankan kepemilikan sertifikasi mutlak dan kompetensi sesuai regulasi pelayaran yang berlaku.

Posisi yang dibuka terbilang lengkap mencakup seluruh jabatan di atas kapal, seperti: Nakhoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM), Perwira dek dan mesin, Rating dek dan mesin, Awak pelayanan dan Penata Usaha Kapal, Tenaga kesehatan (dokter dan perawat), serta ABK pengamanan, perwira radio, serta ahli listrik.


Sebagai bagian dari strategi rekrutmen, PELNI aktif menggelar roadshow dan kunjungan langsung ke berbagai institusi pendidikan. Sepanjang tahun 2026 berjalan, safari ini sudah menyambangi Politeknik Pelayaran Sorong, BP2TL, SMKN Pelabuhan Ratu, LPK Sangkurian Bogor, dan LPK Duta Persada Yogyakarta.

Ke depan, PELNI bersiap melebarkan sayap kunjungannya ke Politeknik Sulawesi Utara, PIP Makassar, Politeknik Surabaya, BP3IP Banten, hingga deretan kampus pariwisata. Tak sebatas kunjungan, PELNI juga memperkuat kolaborasi strategis lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai lembaga, termasuk Forum Kursus Perhotelan Kapal Pesiar Indonesia (FKPKPI).

“Melalui program ini, PELNI ingin memperkuat corporate value proposition perusahaan di lingkungan sekolah dan kampus, sekaligus meningkatkan efektivitas proses rekrutmen tenaga pelaut yang kompeten dan siap bekerja,” jelas Ditto.

Namun, di tengah antusiasme ini, Ditto memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar waspada terhadap segala modus penipuan yang mengatasnamakan PT PELNI (Persero). Ia menjamin seluruh proses seleksi bersih dari pungutan liar.

“PELNI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada negara. Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” tegasnya menepis isu miring.

Sebagai wujud komitmen nyata terhadap pengembangan SDM maritim nasional, PELNI juga dipastikan bakal ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Seafarer Day (Hari Pelaut Sedunia) yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan RI pada bulan Juni mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *