banner 728x250

Mantan Pelatih Dinamo Zagreb Syok Lihat Lautan Bobotoh: Euforia di Bandung 5 Level di Atas Kroasia!

Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan demi menyaksikan konvoi Persib Bandung juara pada Minggu (24/5/2026) di salah satu rute jalan yang dilewati Jl Merdeka Bandung. (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)

ABNnews – Euforia kelulusan Persib Bandung sebagai jawara sejati sepak bola tanah air sukses menyihir jajaran pelatih asingnya.

Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic, mengaku dibuat takjub setengah mati oleh perayaan gelar juara Super League 2025-2026 yang digelar publik Kota Kembang.

Pria asal Kroasia itu tak menyangka bakal mendapat sambutan sekolosal itu dari para suporter yang merayakan keberhasilan Maung Bandung mencetak sejarah hattrick juara tiga musim beruntun.

Jozic bahkan blak-blakan menyebut atmosfer gila di Bandung berada lima level di atas mantan klubnya yang merupakan raksasa Eropa, Dinamo Zagreb.

“Saya sebelum ini berada 12 tahun dan pernah menjadi juara di Dinamo Zagreb. Itu sangat spesial di negara saya,” ungkap Jozic dalam sesi wawancara yang dikutip dari Persib TV, Minggu (24/5/2026).

Jozic menilai perbedaan skala populasi antara Indonesia dan Kroasia menjadi faktor pembeda utama. Terlebih, Persib Bandung sudah mendarat kuat dan punya tempat tersendiri di hati sanubari masyarakat Jawa Barat.

“Tapi, bagi saya di sini lima level di atas Kroasia. Dinamo Zagreb punya banyak fans tetapi negara kami hanya ada empat juta orang (populasi). Sekarang saya lihat para fans ini luar biasa sekali,” beber pelatih kiper bertangan dingin tersebut.

Kecintaan Jozic pada kultur suporter sepak bola bukan tanpa alasan. Sebelum meniti karier di balik layar sebagai arsitek penjaga gawang, ia adalah seorang suporter garis keras yang kerap melakoni tur tandang demi mengawal klub kebanggaannya.

“Sebelum menjadi pelatih kiper, saya fans Dinamo Zagreb. Saya banyak bepergian bersama tim. Saya tahu rasanya punya pemain ke-12 di belakang. Mereka punya energi. Saya rasa mereka (Bobotoh) lebih dari pemain ke-12,” tegasnya emosional.

Bagi Jozic, andil besar Bobotoh di atas tribun sepanjang musim bergulir terbukti ampuh mendongkrak performa tim hingga sukses mengunci trofi tertinggi di akhir musim.

“Saat mereka sangat berisik, mereka berada di dalam ke-11 pemain. Mereka memberikan energi lebih kepada kami. Ini sangat berarti bagi saya. Bagi para pemain ini luar biasa,” tambahnya.

Membawa memori konvoi juara dan riuhnya atmosfer stadion diakui Jozic akan menjadi cerita indah yang terus melekat erat dalam lembaran hidupnya.

Ia pun menyelipkan pesan menyentuh dan berharap agar Bobotoh tak lelah berdiri di belakang pundak skuad Maung Bandung.

“Bobotoh kalian luar biasa, saya sayang kalian. Kalian energi kami. Terus dukung kami. Suatu hari saat saya kembali ke Kroasia, saya akan ingat hari ini, keberhasilan menjadi juara, dan GBLA, dan energi dari Bandung,” pungkas Jozic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *