banner 728x250

Sebulan Buron, Oknum TNI Pencabul Bocah SD Akhirnya Ditangkap!

Oknum anggota TNI pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil diringkus petugas setelah menjadi buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama satu bulan lamanya. (TribunnewssulSultra.com/Harni Sumatan)

ABNnews – Pelarian Sertu Majid Bone alias MB akhirnya resmi kandas. Oknum anggota TNI pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut berhasil diringkus petugas setelah menjadi buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama satu bulan lamanya.

Untuk menghindari kejaran aparat, pelaku diketahui sempat kabur ke luar provinsi dan berulang kali berpindah-pindah lokasi persembunyian.

“Alhamdulillah sudah ketangkap tadi pagi (Selasa),” ungkap Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, dilansir detikcom, Rabu (20/5/2026).

Letkol CPM Haryadi membeberkan, Sertu Majid Bone berhasil diciduk di lokasi pelariannya di wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kendati demikian, pihak Denpom belum merinci secara detail titik koordinat penangkapan serta kronologi penyergapan sang oknum.

Saat ini, Sertu Majid Bone sudah diamankan dan langsung menjalani pemeriksaan secara maraton dan intensif di Kabupaten Bone oleh pihak berwenang sebelum diserahkan ke kesatuannya.

Pihak Denpom menegaskan tidak akan memberikan toleransi dan memastikan Sertu Majid Bone akan diseret ke pengadilan militer guna mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

“Kita proses sesuai aturan yang berlaku terkait tindak pidananya,” tegas Haryadi.

Sebelumnya, rekam jejak pelarian Sertu Majid Bone terbilang nekat. Ia awalnya diamankan dan diinterogasi di markas Kodim 1417/Kendari terkait laporan kasus asusila.

Namun, di tengah proses interogasi tersebut, pelaku justru berhasil meloloskan diri hingga membuat instansi TNI geram dan langsung menerbitkan status DPO.

Kasus memilukan ini pertama kali mencuat setelah pelaku dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Aksi nista tersebut dilakukan di kediaman pelaku yang terletak di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan pada 14 April lalu.

Tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum berbaju loreng ini menyisakan trauma mendalam dan merusak masa depan korban.

Pihak kerabat sempat membeberkan kondisi korban yang mengalami depresi berat, syok, hingga sering menangis histeris akibat kejadian yang dialaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *